Berita Terkini

CumaGamer.com

Terbaru

Berita

Artikel

Unik

Daftar Terbaik

Game Terfavorit

Monday, April 16, 2018

Kecanduan Game Masuk Kategori Gangguan Mental

ilustrasi



SIAPA nih yang sering lupa waktu kalau lagi main game? Atau jadi lemot dan nggak nyambung saat diajak ngomong gara-gara nge-game? Kalau udah mengalami hal-hal itu, sahabat gamer harus hati-hati nih. Sebab, mulai 2018, World Health Organizations (WHO) baru aja mengklasifikasikan kecanduan game sebagai salah satu gangguan mental yang disebut gaming disorder. Waduh, kok bisa sih?

Yep, penetapan kecanduan game sebagai salah satu mental disorder muncul setelah WHO merilis draf versi beta International Classification of Diseases ke-11 (ICD-11) awal tahun lalu. FYI, ICD sendiri adalah sebuah ’’dokumen’’ acuan yang secara rutin dikeluarkan WHO buat menetapkan atau mengklasifikasikan hal-hal apa yang dianggap sebagai penyakit. Baik yang bersifat fisik maupun mental. ICD itulah yang digunakan praktisi kesehatan di berbagai negara buat mendiagnosis kondisi kesehatan seseorang.

Nah, dengan dimasukkannya gaming disorder dalam versi ICD terbaru, artinya kecanduan game dianggap sebagai salah satu masalah kesehatan yang memerlukan penanganan secara klinis. ’’Masuknya gaming disorder ke dalam ICD-11 berarti kecanduan game secara official dianggap sebagai masalah kesehatan. Dokter dan praktisi kesehatan bisa mendiagnosis pasien dengan label tersebut,’’ ujar perwakilan WHO Indonesia.


Penetapan gaming disorder sebagai salah satu masalah kesehatan sendiri muncul berdasar kesepakatan para ahli yang ikut merumuskan ICD. Ahli-ahli yang datang dari berbagai bidang keilmuan itu menemukan banyak data dan fakta bahwa ketergantungan yang terlalu tinggi pada game bisa mengakibatkan masalah yang cukup mengkhawatirkan. Eits, tapi, bukan berarti semua orang yang sering main game bisa dianggap mengidap gaming disorder loh!

’’Seseorang bisa mulai didiagnosis menderita gaming disorder kalau ketergantungannya pada game sampai menimbulkan gangguan personal, sosial, pendidikan, bahkan kesehatan fisik,’’ ujar perwakilan WHO Indonesia. Dari press release resmi yang diunggah di website WHO, juga disebutkan bahwa seseorang bisa dikategorikan menderita gaming disorder jika dia udah menunjukkan gangguan-gangguan tersebut secara konsisten setidaknya selama 12 bulan.

Di Indonesia sendiri, ketergantungan masyarakat pada game bisa dibilang tinggi. Dari data yang dirilis Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada 2014, pengguna aktif internet Indonesia mencapai 24 persen dari total populasi masyarakat. Dari jumlah itu, 10 persen di antaranya diperkirakan merupakan pemain online game aktif. Bahkan, tiap tahun pemain game aktif di Indonesia diperkirakan terus meningkat 510% seiring makin pesatnya infrastruktur internet.

Penetapan gaming disorder sebagai gangguan kesehatan sendiri cukup mengundang pro dan kontra. Banyak pihak yang setuju, tapi banyak juga yang kurang sependapat. Chris Ferguson, profesor psikologi asal Stetson University Florida, misalnya, menganggap terlalu berlebihan kalau kecanduan game dianggap sebagai salah satu masalah mental. ’’Sama seperti fans olahraga, para gamer juga memainkan game sebagai hiburan dan passionate akan hal tersebut,’’ ujarnya sebagaimana dikutip BBC.

Well, sampai sekarang, penetapan gaming disorder sebagai gangguan kesehatan sendiri belum final. Sebab, versi official ICD-11 baru resmi disahkan pada Mei atau Juni 2018. Selama waktu itu, masih mungkin ada revisi dan perubahan. Tapi, kamu sendiri ada di pihak yang pro atau kontra nih? Di pihak mana pun, kayaknya melakukan segala sesuatu yang berlebihan emang kurang baik sih. Don't you agree? (may/c22/nrm)

Sumber: Zetizen JPNN

No comments:

Post a Comment

Designed By