Berita Terkini

CumaGamer.com

Terbaru

Berita

Artikel

Unik

Daftar Terbaik

Game Terfavorit

Saturday, September 9, 2017

Gara-Gara "Yesus vs. Buddha", Steam Diblokir di Malaysia

Cuplikan Fight of Gods
Gara-gara game fighting kontroversial yang menampilkan Yesus dan Buddha, para gamer Malaysia tidak bisa mengakses Steam. Berikut informasi selengkapnya dirangkum CumaGamer.com!

Game indie bergenre brawler "Fight of Gods" telah membuat pemerintah Malaysia berang. Akibatnya, departemen komisi komunikasi dan multimedia Malaysia mengambil langkah tegas memblokir Steam. Warga Malaysia pun tidak bisa mengakses layanan penjualan game secara digital ini sebagai reaksi dari adanya game tersebut.

Fight of Gods memang terbilang kontroversial. Game ini menghadirkan beragam karakter dewa dari berbagai mitologi. Di antaranya karakter-karakter yang kerap muncul di video game seperti Zeus, Odin, Amaterasu dan Anubis. Tapi bukan itu saja, game ini juga menampilkan karakter menyerupai Nabi Musa, Yesus, dan Buddha.

Inilah yang lantas menjadi sumber masalah yang berujung pada pemblokiran Steam oleh pemerintah Malaysia. Pemblokiran ini bukan hanya untuk platform PC, melainkan juga diberlakukan di ponsel pintar. Hal ini diungkapkan anggota forum game NeoGAF yang berasal dari Malaysia.

Game ini diperkenalkan melalui sebuah trailer yang menampilkan Yesus di dalamnya. Trailer perdana ini dirilis pekan ini menandai peluncurannya pada Steam Early Access. Hal ini lantas menimbulkan kegemparan. Apalagi disebutkan bila dalam salah satu perkenalan pertarungan, voice acting Yesus mengatakan, "Saya kembali, untuk orang-orang."

Setelah mengatakan itu, Yesus lalu membebaskan dirinya dari salib dan menggunakan kayu tersisa untuk bertarung dengan jurus mirip rekka-style kepunyaan salah satu karakter Street Fighter, Fei Long. Trailernya bisa dilihat di sini (klik).

Laporan lain menyebut, pemerintah Malaysia telah menghubungi Valve dan meminta mereka memblokir Fight of Gods untuk para user Steam Malaysian sebelum tindakan lainnya ditempuh. Namun tampaknya Valve kurang cepat dalam menanggapi permintaan Malaysia ini.


Adegan kontroversial itu.
Walaupun user masih bisa mengakses game mereka yang ada di Steam Library, namun layanan store masih belum bisa diakses. Sehingga tidak bisa melakukan pembelian secara normal. Pesan error yang muncul di halaman user bertuliskan peringatan "Situs ini tidak tersedia di Malaysia karena melanggar hukum nasional,” dalam bahasa Inggris dan Melayu.

Menanggapi pemblokiran ini, PQube selaku publisher game Fight of Gods telah memberikan keterangan resminya. Mereka menyatakan, Fight of Gods merupakan game yang menggunakan pendekatan humor keagamaan yang sama sebagaimana format hiburan lainnya seperti dalam film, televisi, buku, dan teater.

"Game ini tidak mempromosikan agenda keagamaan apapun dan tidak didesain untuk menyinggung. Deskripsi game pada platform digital tempatnya didistribusikan juga telah menyertakan panduan jelas tentang konten game ini. Sehingga orang bebas memutuskan untuk memainkannya atau tidak. Kami sangat menghargai pilihan mereka yang tidak ingin memainkannya," tulis PQube.

Dalam keterangannya tersebut, PQube mengaku kecewa karena kebebasan untuk memilih tidak diberikan kepada setiap orang ditambah lagi game ini dilarang beredar di Malaysia. "Walaupun tidak ada komunikasi secara langsung yang kami terima, kami menghormati setiap peraturan dan sensor di setiap wilayah," ungkap PQube yang menyebut telah menghubungi Steam untuk segera menyelesaikan masalah ini.

Kontroversi seperti ini sendiri pernah terjadi sebelumnya. Misalnya kasus Injustice: Gods Among Us yang mesti diganti judulnya menjadi Injustice: The Mighty Among Us di kawasan Timur Tengah. Bagaimana menurut sahabat gamer? Sampaikan pendapat kalian di kolom komentar ya! (cg)

Sumber: VG247.com

No comments:

Post a Comment

Designed By