Berita Terkini

CumaGamer.com

Terbaru

Berita

Artikel

Unik

Daftar Terbaik

Game Terfavorit

Tuesday, August 8, 2017

Splatoon 2: Fresh, Fun, dan Menantang

Splatoon 2 telah hadir menyapa para gamer Switch. Khususnya penggemar serial game shooter nan unik ini. Dalam kesempatan ini, CumaGamer.com sajikan review Splatoon 2 yang ditulis oleh Veenikz alias Booon dari Maintendo. Berikut ulasan selengkapnya.

-- Ditulis oleh Veenikz (Booon) dari Maintendo

Sebagai game yang paling ditunggu sejak launch Nintendo Switch, rasanya tidak mungkin saya tidak membuat review Splatoon 2. Perubahan yang pertama terlihat pada Splatoon 2 adalah peningkatan visual, dan layout Inkopolis yang berubah disertai dengan penambahan NPC baru dan relokasi NPC lama, membuat kota tersebut seolah-olah hidup dan berkembang. Benar-benar terlihat sangat fresh untuk pemain Splatoon 1.
 
Story Mode
 
Desain stage untuk single player mode mengalami peningkatan yang signifikan, dengan tambahan collectible yang bahkan tersembunyi di overworld. Banyaknya senjata yang tersedia menambah replayability, walaupun dapat juga terasa repetitif. Karena penambahan tersebut, tidak adanya tambahan challenge dari Amiibo terasa sebagai keputusan yang tepat. Sayang sekali, menurut saya final boss fight nya tidak terasa se-epik DJ Octavio pada Splatoon1.



Balancing Issue
 
Sebagai pemain Splatoon 1, hal pertama yang dirasakan adalah tidak adanya gamepad, dan perubahan tombol loncat dari X menjadi B. Namun hal ini tidak masalah, hanya butuh beberapa hari untuk membiasakannya. Anyway...

Dapat dibilang banyak hal yang overpowered di Splatoon 1. QRSJ meta, OHKO weapons seperti Luna CRB eliter, juga Inkzooka dan invincibility specials. Ditambah lagi desain map yang cenderung memanjang dengan sedikit entry point menuju tengah map sehingga memudahkan terjadinya lock down oleh salah satu tim.

Hal-hal tersebut menjadi fokus dalam desain Splatoon 2. Semua special weapon diubah, cenderung di tune down dan no more true invincibility special. Quick Respawn dan Stealth Jump di nerf, range nerf untuk charger class, accuracy nerf untuk blaster class weapon, juga perubahan desain map yang cenderung melebar dengan lebih banyak entry point ke tengah map.

Namun balancing bukan hanya mengurangi aspek-aspek yang overpowered. Banyak juga hal baru yang ditambahkan pada Splatoon 2 ini, seperti vertical flick untuk roller class, charge hold untuk charger class, new weapon class seperti dualie dan brella. All new special weapons pun terasa cukup balance. Dibandingkan special weapon pada Splatoon1 yang memudahkan satu player membuat good play, special weapon pada Splatoon2 membutuhkan kerjasama tim yang lebih baik untuk melakukan push.

Perubahan weapon kits pun terasa balanced, dan Splatoon 2 menggunakan cara untuk nerf/buff weapon kit yang lebih elegant, yaitu dengan variasi turf point needed untuk mengaktifkan special weapon, dibandingkan Splatoon 1 yang menggunakan special depletion penalty dan swim speed nerf.
Perubahan lainnya adalah pada sistem slot gears, yang pada Splatoon 1 terlalu random, sekarang terdapat perbaikan dengan sistem scrub dan ability chunks. Untuk melengkapinya ditambahkan juga fitur food/drink ticket yang berfungsi juga untuk mendapatkan bonus exp atau gold. 

Selain itu, mekanik skip rank pada Ranked mode merupakan tambahan yang baik, agar para pemain Splatoon1 dengan bekal experience yang lebih tidak memenuhi lobby pada rank-rank awal. Pemisahan rank untuk setiap mode pun merupakan langkah yang tepat, karena masing2-masingmode membutuhkan skill yang berbeda.

Mengenai ranked mode, Tower Control dan Rainmaker mengalami perubahan. Pada jalur tower kini terdapat 2 atau 3 checkpoint sehingga menjadikan area sekitarnya sebagai key point yang diperebutkan oleh kedua tim. Rainmaker, sebagai sebuah senjata, mengalami perubahan shot type. Kini tembakan Rainmaker berupa seperti peluru balistik yang dapat meledak, memungkinkan pemegang nya dapat mengecek sudut2 yang tidak dapat dijangkau oleh Rainmaker terdahulu. Mekanik tembakan tornado pada Splatoon1 sendiri memang rawan terhadap glitch hitbox, sebuah keputusan yang baik untuk menghilangkannya.

League mode menggantikan squad battle yang tidak lagi mempengaruhi rank, sehingga tidak perlu khawatir pada penurunan rank. Ini juga merupakan peningkatan karena pada Splatoon1 seorang pemain dapat menjoki rank teman nya untuk mencapai rank S, dan membuat skill gap pada rank S terlalu jauh antara S rank wannabe dengan S+ dropouts.


Salmon Run

Tambahan yang paling menarik pada Splatoon2 adalah mode co-op yang very very fun. Tingkat difficulty yang semakin meningkat seiring peningkatan skill pemain dan banyaknya variasi challenge yang diberikan, membuat setiap session selalu menjadi challenge. Weapon yang disediakan pada setiap session pun berubah2 sehingga membuat para pemain harus cepat menyesuaikan diri dan membuat taktik on the go. 

Pergantian weapon setiap round pun membuat setiap pemain harus berganti role, sebagai contoh Splat Charger merupakan senjata untuk menghabisi high priority target namun memiliki kesulitan ketika berhadapan dengan banyak smallfry, sedangkan Inkbrush memiliki dps yang rendah namun memiliki mobility dan kemampuan turfing yang tinggi sehingga cocok digunakan sebagai support weapon dan egg collector.

Untuk mencapai level Profreshional, pemain perlu memiliki basic skill yang baik untuk setiap jenis weapon, sehingga memaksa pemain keluar dari zona nyaman dengan weapon andalan mereka. Menurut saya, inilah yang menjadikan Salmon Run benar-benar mode yang fresh.


Lain-Lain
 
Apps nintendo untuk voice chat dapat dibilang merepotkan dan tidak berhasil. Namun, adanya fitur Splatnet 2 membuat apps tersebut layak dimiliki, karena Splatnet 2 merupakan companion app yang cukup menarik. Fitur yang paling berguna adalah splatnet shop, yang menjual gears dengan main ability yang berbeda dengan yang dijual di toko.

Mini game. Jumlah mini game berkurang dibandingkan pada Splatoon1, dan kini kita tidak dapat lagi memainkan mini game di saat menunggu match dimulai. Namun, satu-satunya mini game yang tersedia, yaitu Squid Beat, mendapat peningkatan.

BGM. Banyak soundtrack baru yang bagus. Mungkin overall BGM nya lebih enak daripada Splatoon1. Splatfest also returns. Tapi saya masih prefer Callie and Marie.

Sekian review dari saya. Sekalian saya taruh highlight gameplay saya sepanjang bulan Juli.
https://youtu.be/SRHUmpEo-wk
Terima kasih jika anda sudah membaca panjang lebar review ini.
Jika kepanjangan/males baca, kesimpulannya: GOTY buat saya. Bye~

-- Disalin dengan izin dari FP Maintendo.
-- Link sumber.

No comments:

Post a Comment

Designed By