Berita Terkini

CumaGamer.com

Terbaru

Berita

Artikel

Unik

Daftar Terbaik

Game Terfavorit

Wednesday, March 8, 2017

Ketika NieR Bukan Lagi tentang NieR

(sumber gambar: PCGamer)
SESOSOK gadis menyusuri dataran di bumi. Tak terlihat manusia. Hanya berbagai mesin tempur yang mengancam. Si gadis melawan para mesin tersebut. Begitulah nuansa NieR: Automata, sebuah game bergenre action yang baru dirilis Square Enix untuk mesin PlayStation 4. Simak ulasan singkatnya dicuplik CumaGamer.com dari Zetizen berikut ini.

Tujuh tahun silam, hadir game berjudul NieR Gestalt untuk Xbox 360 dan NieR Replicant untuk PlayStation 3. Dua game itu menampilkan karakter yang sama-sama bernama NieR. Bedanya, NieR versi PlayStation 3 lebih muda ketimbang versi Xbox 360. Selebihnya, kisah dan petualangan keduanya sama.
NieR berjuang mencari penyembuhan bagi putrinya (atau adik perempuannya) yang bernama Yonah. Petualangan tersebut tidak mudah, yakni melawan berbagai makhluk yang datang dari dimensi lain. Untungnya, NieR ditemani Kaine –gadis ahli pedang– dan Emil, bocah dengan mata yang berbahaya. Pertempuran berlangsung real time dengan unsur pengembangan karakter ala RPG.

Dua game itu dibuat Cavia, perusahaan pengembang di bawah label Square Enix. NieR game tergolong sukses, tapi kemudian banyak hal yang terjadi pada pihak pembuatnya. Karena itu, sekuel game tersebut tertunda hingga bertahun-tahun.
Cerita para android merebut bumi.
NieR: Automata bukanlah kelanjutan cerita NieR terdahulu. Tokoh utamanya bukan lagi NieR yang dewasa ataupun yang remaja. Suasana bumi pun jauh berbeda. Awalnya, datang makhluk misterius dari dimensi lain. Manusia yang terancam keselamatannya terpaksa mengungsi ke koloni di bulan.
Karena ingin kembali ke bumi, manusia menempatkan sejumlah android untuk memerangi mesin-mesin tempur milik para makhluk misterius. Android itu adalah YoRHa No 2 Type B yang disingkat 2B. Dialah tokoh protagonis dalam game tersebut.
Yang pernah memainkan seri NieR terdahulu akan familier dengan sistem pertempuran game itu. 2B ditemani android lain sebagaimana NieR dulu bersama dua rekannya. Konsep serangan magis dalam seri terdahulu kini digantikan teknik yang diprogram pada Pod, robot kecil yang berfungsi sebagai alat bantu tempur.

Unsur filosofis Nier: Automata serupa dengan NieR terdahulu, yaitu tentang pembenaran –dan penyangkalan– alasan untuk berperang. Muncul juga Emil, yang jangan dianggap sama dengan yang dulu menyertai petualangan NieR. Cerita akan mengindikasikan keterkaitan antara game itu dengan NieR terdahulu serta dengan serial Drag-On Dragoon atau dikenal dengan nama Drakengard dalam versi US-nya.

Gameplay aksi yang begitu seru.
NieR Gestalt dan NieR Replicant dulu punya percabangan cerita yang mengarah pada empat akhir yang berbeda. Kini konsep tersebut dikembangkan lebih jauh. NieR: Automata punya 26 macam akhir cerita. Hal itu bakal mendorong pemain untuk mengulang petualangan yang ditamatkan dengan mengambil jalur-jalur yang berbeda.

Para penggemar mungkin mengenali bahwa ilustrator NieR: Automata berbeda dengan sebelumnya. Kumihiko Fujisaka yang juga dikenal lewat karyanya dalam The Last Story punya goresan khas dalam menggambarkan petualangan kedua versi NieR. Kini posisi ilustrator diserahkan kepada Akihiko Yoshida yang tenar lewat serial Final Fantasy Tactics. Untungnya, Yoshida-sensei bisa beradaptasi dalam proyek tersebut.

NieR terdahulu dan NieR: Automata adalah dua cerita yang tak berkaitan, tapi akarnya sama. NieR terdahulu merupakan kelanjutan dari akhir cerita kelima Drag-On Dragoon seri pertama. Sementara itu, NieR: Automata meneruskan akhir kisah keempat dari seri Drag-On Dragoon tersebut. (c22/ray)

Sumber: Zetizen JPNN

No comments:

Post a Comment

Designed By