Berita Terkini

CumaGamer.com

Terbaru

Berita

Artikel

Unik

Daftar Terbaik

Game Terfavorit

Tuesday, January 3, 2017

Main Dance Dance Revolution, Pelajar SMA Tewas

ilustrasi
Malam pergantian tahun kemarin menjadi akhir tragis bagi gamer Dance Dance Revolution (DDR) ini. Sedang asyik bermain game bertema dansa irama musik ini, seorang remaja asal Surabaya tewas setelah sebelumnya jatuh pingsan. Berikut beritanya dilansir CumaGamer.com dari JPNN.

Nahas menimpa siswa SMA, Rafi Rizal Ayasi, 16. Korban yang indekos di Jalan Jedong, Pacar Keling, Tambaksari itu ditemukan pingsan ketika bermain game dansa (Dance Dance Revolution) di lantai UG Kaza City Kapas Krampung, Sabtu malam (31/12). Diduga kuat korban terjatuh saat asyik bermain game tersebut. Akibatnya, korban menderita luka sobek di bibir hingga tidak sadarkan diri. 

Pasca kejadian, warga sekitar sempat memberikan pertolongan kepada korban. Namun, nyawa korban tak tertolong saat dilarikan ke Rumah Sakit (RS) dr Soewandhi.

Saksi mata, Saiful Anwar, 33, menjelaskan saat itu korban yang sedang bermain game itu tiba-tiba pingsan. Ia bersama warga lainnya bergegas menghampiri korban. Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit (RS) dr Soewandhi untuk mendapat perawatan medis. Namun, dokter menyatakan korban telah meninggal dunia.

Pihak kepolisian dari Polsek Simokerto mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan. Polisi tidak menemukan identitas dari korban."Kami hanya menemukan kertas token pulsa listrik yang ada di kantong celana korban," terang Kapolsek Simokerto AKP M. Haris.

Haris menjelaskan berbekal kertas token pulsa itu, pihaknya berupaya melacak keberadaan keluarga korban. Setelah dilakukan pencarian, akhirnya polisi menemukan alamat korban di Desa Kemantren, Tulangan, Sidoarjo."Kami segera menuju ke lokasi tersebut. Dan ternyata benar itu adalah rumah orang tua korban," ungkapnya.

Menurut dia, di Surabaya korban tinggal sendiri dan kos di Jalan Jedong. Dari hasil pemeriksaan tim dokter diduga korban diagnosa  terkena sakit jantung."Jenazah korban telah dibawa pihak keluarga dan dimakamkan di Sidoarjo," pungkas Haris.

Tetangga korban, Ela, saat itu mengetahui korban berpamitan keluar untuk membeli token listrik (PLN). Kemudian, ia mendapat kabar dari warga sekitar jika korban meninggal dunia dan masih berada di RS dr Soewandi. "Jadi saat itu dia (korban, Red) sedang main game dance dan terjatuh. Bibir bagian bawah sobek dan akhirnya meninggal di rumah sakit," ungkapnya saat ditemui Radar Surabaya di rumah kos korban. 

Sedangkan, Alan, warga sekitar mengenal korban sebagai pribadi yang ramah dan periang. Korban dikenal cukup akrab dan mudah bergaul dengan warga sekitar. Dia juga aktif menjadi anggota Karang Taruna."Anaknya (korban, Red) baik dan ramah. Dia juga tidak neko-neko," paparnya.

Dia menjelaskan sehari-hari korban yakni bersekolah di salah satu SMA Negeri di Surabaya. Ia tidak menyangka jika anak sebaik itu meninggal di usia muda."Korban hidup sendiri di kamar kos. Sedangkan orang tuanya di Sidoarjo," tandasnya.

Sebelum meninggal, korban Rafi Rizal Ayasi sempat mengunggah kalimat yang menyebut kematian di instagramnya @all_1: 

"Memang gue gak sefamous dan seganteng yang kalian kira. Gue gak suka kayak gitu karena gue hanyalah manusia biasa yang bisa tua dan bisa mati suatu saat nanti," tulisnya. (don/dra/no)

Sumber: JPNN

No comments:

Post a Comment

Designed By