Berita Terkini

CumaGamer.com

Terbaru

Berita

Artikel

Unik

Daftar Terbaik

Game Terfavorit

Tuesday, November 15, 2016

Game Pokemon Baru di Masa Tak Menentu

BAGI yang mengikuti perkembangan video game, Pocket Monster (Pokemon) adalah serial game paling berpengaruh. Pokemon seri perdana dulu –yang dirilis pada 1996– ikut melejitkan popularitas mesin portable game. Keterbatasan teknologi grafis mesin yang hanya monokrom itu dikesampingkan. Sebab, para pemain lebih tertarik dengan konsep permainan adiktif yang ditawarkan Pokemon.
Pokemon juga jadi pionir permainan mengumpulkan monster. Saingan terdekatnya adalah Digital Monster (Digimon) dan Monster Farm (Amerika: Monster Rancher). Tapi, fitur menangkap monster yang diterapkan banyak RPG lain nggak lepas dari inspirasi Pokemon. Sementara itu, Nintendo –sebagai pemilik Pokemon– memetik manfaat di mana setiap mesin game-nya terkerek penjualannya oleh seri-seri Pokemon.

Beberapa bulan lalu, ada juga Pokemon Go yang membuat banyak orang berburu monster virtual dengan masing-masing ponsel di berbagai lokasi. Pokemon jadi dikenal kalangan yang tadinya bukan penggemar game dan bukan penggemar anime.


Kini, tiba saatnya Nintendo merilis seri Pokemon berikutnya. Generasi ketujuh tersebut diberi nama Pokemon Sun and Moon. Dua game itu mendayagunakan teknologi mesin portabel Nintendo 3DS yang dieksplorasi sejak seri Pokemon X and Y tiga tahun silam. Dari segi kualitas game, nggak ada yang perlu dikhawatirkan. Tantangannya ada pada animo masyarakat terhadap video game secara keseluruhan.
Sebagaimana kita tahu, bisnis video game sedang suram. Setelah krisis finansial global, datanglah persaingan berat melawan smartphone dan tablet. Angka penjualan mesin home system dan mesin portabel merosot. Banyak perusahaan game yang berguguran.
Harapan baru telah muncul, misalnya Pokemon Go yang sempat menyumbangkan pemasukan besar bagi Nintendo. Atau, akan hadirnya mesin inovatif Nintendo Switch tahun depan. Tapi, bisnis video game belum juga pulih.
Untung, Pokemon punya karisma yang luar biasa. Nggak pernah ada seri Pokemon yang angka penjualannya di bawah harapan. Pokemon Go kemarin jauh lebih laku daripada Ingress –permainan augmented reality yang jadi fondasinya–berkat daya tarik para monster poket.
Sementara itu, Pokken Tournament, seri sampingan yang memadukan Pokemon dengan sistem pertarungan ala Tekken, sempat mengalahkan angka penjualan Street Fighter V.
Bolehlah berharap antusiasme para penggemar game bisa dibangkitkan lagi. Mereka dibuat lebih sering meletakkan ponselnya, lalu bermain dengan mesin portable game seperti dulu. Angka penjualan Nintendo 3DS naik lagi, menyelamatkan banyak toko game yang sedang mempertimbangkan gulung tikar. Serta terbentuknya komunitas penggemar Pokemon Sun and Moon. Soalnya, game itu membutuhkan interaksi dengan para pemain lain agar pengembangan para monster piaraan jadi lebih efektif.

Momennya juga pas. Pokemon Go emang berkurang pamornya. Tapi, masyarakat telanjur familier dengan penampilan imut Pikachu dan teman-temannya serta pertarungan nggak berdarah di antara para monster tersebut. Mereka bisa digiring untuk menjajal mesin game sungguhan. Apalagi sebentar lagi masuk liburan Natal. Berarti, ada THR dan gaji ke-13 pada akhir tahun.
Ada juga dukungan promosi dari serial anime Pokemon yang ceritanya juga memasuki generasi ketujuh. Kisah petualangan baru Satoshi (Amerika: Ash Ketchum) dan Pikachu itu mulai tayang di TV Tokyo pada 17 November, tapi emang jadi beban berat bagi seri Pokemon Sun and Moon. Bersama Final Fantasy XV –yang dirilis Desember nanti– seri-seri tersebut bakal menentukan masa depan bisnis video game. (ray/c5/)

Sumber: Zetizen JPNN

No comments:

Post a Comment

Designed By