Berita Terkini

CumaGamer.com

Terbaru

Berita

Artikel

Unik

Daftar Terbaik

Game Terfavorit

Monday, July 18, 2016

Pokemon GO, Fenomena yang Bisa Berbahaya

Game Pokemon bertema Augmented Reality (AR), Pokemon GO sudah resmi dirilis Juli ini dan telah dinikmati para gamer di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Gameplay yang unik dan akses yang mudah menjadikannya fenomena baru di ranah game mobile. Namun ternyata kesuksesan ini dianggap bisa membahayakan lho! Berikut analisis CumaGamer.com yang dirangkum dari pelbagai sumber.

Sebagaimana sudah diprediksikan sebelumnya, salah satu aplikasi game mobile paling ditunggu tahun ini, Pokemon GO sukses menjadi fenomena baru di kalangan gamer mobile maupun penikmat gadget platform Android dan iOS. Dilaporkan, jumlah pengguna aplikasi game ini sudah mencapai angka ratusan juta orang dan telah melampaui unduhan aplikasi Twitter, InstaGram, Tinder, Facebook, dan WhatsApp.


Dengan gameplay yang menarik, Pokemon GO segera menjadi fenomena baru di kalangan gamer mobile maupun non-gamer pemilik perangkat mobile. Bagi gamer khususnya penggemar Pokemon, game ini membawa kembali nostalgia bermain game yang dikembangkan Niantic Inc. tersebut dengan konsep permainan yang baru. Konsep permainan yang menggunakan teknologi AR layaknya game Ingress yang juga dibuat Niantic ini juga dianggap berhasil menjaring basis penggemar baru berkat gameplay yang inovatif dan tidak biasa.

Pokemon GO menjadikan lokasi di dunia nyata sebagai tempat bermainnya.
Bagi yang belum tahu, Pokemon GO menggunakan dunia nyata sebagai tempat bermainnya. Pengguna diharuskan berjalan ke suatu tempat tertentu bahkan bisa berada jauh mengikuti GPS untuk menangkap monster-monster Pokemon. Monster-monster ini berada di lingkungan sekitar pengguna namun hanya bisa dilihat di layar gadget dengan menggunakan fitur kamera dalam gadget tersebut. Sehingga menurut Nintendo selaku pemilik waralaba populer ini, Pokemon GO mendobrak kebiasaan gamer yang semula terpaku pada layar gadget menjadi sadar dan memperhatikan lingkungan sekitarnya. 

Meski begitu, nyatanya banyak pemain Pokemon GO yang tetap tidak memperhatikan lingkungan sekitarnya saat berjalan menuju lokasi Pokemon berada. Gamer biasanya akan menatap layar gadget mereka untuk melihat tracking system yang ada di sana. Inilah yang kemudian dianggap sebagai aspek berbahaya dari game Pokemon GO. Dikhawatirkan, karena asyik mencari Pokemon, pengguna tidak menyadari adanya bahaya di sekitarnya dan menyebabkan hal yang tak diinginkan seperti kecelakaan atau pencurian. Apalagi bila lokasi yang dituju memiliki banyak potensi kecelakaan seperti jalanan atau konstruksi bangunan.

Tracking system dalam Pokemon GO bisa membuat pemainnya terpaku di layar ponsel.
Nyatanya hal ini telah terbukti dengan beberapa laporan insiden yang terjadi pada pengguna Pokemon GO. Salah seorang pengguna Pokemon GO dilaporkan terjatuh saat berburu Pokemon dan mengalami patah tulang karenanya. Hal ini bisa saja terjadi pada pemain lainnya sehingga CumaGamer.com menyarankan agar sahabat gamer berhenti melihat layar gadget saat berjalan menuju lokasi yang dituju. Tak perlu khawatir kehilangan jejak Pokemon, karena gadget akan bergetar apabila ada Pokemon di dekat kalian.

Selain berjalan, bermain Pokemon GO saat mengemudikan kendaraan juga sangat tidak disarankan. Game ini sudah terbukti begitu adiktif sehingga besar kemungkinan pengguna akan kehilangan konsentrasi menyetir dan bisa berujung pada kecelakaan fatal. Salah seorang narasumber CumaGamer.com menyatakan melihat masih banyak orang yang bermain Pokemon GO sambil mengemudi. Dan melihat kebiasaan sebagian pengguna jalan di Indonesia yang seringkali mengetik SMS sambil mengemudi, sangat beralasan bila permainan Pokemon GO tetap berlanjut meski sedang memegang kemudi. Bukan hanya membahayakan diri sendiri, melainkan juga bisa membahayakan orang lain. Dengan banyaknya kasus kecelakaan akibat kelalaian pengemudi di Indonesia, CumaGamer.com semestinya tidak perlu mengingatkannya lagi.

Berkendara sambil berburu Pokemon dalam Pokemon GO tidak disarankan.
Aspek  penjelajahan dalam game ini yang membuat penggunanya berkendara dari satu Pokestop ke Pokestop lainnya tentu sangat menantang, tapi hal tersebut berbahaya, ilegal, dan bukan semangat sesungguhnya dari game ini. Niantic dan banyak kantor polisi di luar sana sudah mengeluarkan peringatan terkait betapa bodoh dan berbahayanya memainkan game ini sembari mengemudi. Lengah sedikit saja bisa menyebabkan kecelakaan fatal dan tentunya akan tragis bila mesti kehilangan nyawa hanya gara-gara sebuah video game. Jadilah cerdas dan jauhkan gadget kalian saat mengemudi.

Bukan sekadar kecelakaan yang menjadi bahaya memainkan game Pokemon GO secara tidak bijak, melainkan juga bahaya dari faktor-faktor luar seperti kejahatan. Dikhawatirkan, karena terlalu asyik menyimak layar gadget, pengguna menjadi tidak sadar bila sedang diikuti penjahat yang berniat merampok ataupun berbuat jahat lainnya. Di Indonesia angka kejahatan jalanan seperti penjambretan masih terbilang tinggi dan pelakunya kadang bisa begitu nekat hingga menyebabkan korban jiwa. Tentunya kelengahan akibat terlalu asyik bermain Pokemon GO bisa meningkatkan potensi kejahatan ini.

Kelengahan saat bermain Pokemon GO bisa dimanfaatkan pihak-pihak tak bertanggung jawab.
CumaGamer.com bukan sekadar beretorika, karena telah ada laporan di luar sana mengenai perampokan bersenjata di Pokestops dengan modus ‘lure module’, tentu jangan sampai hal ini terjadi di Indonesia. Bahkan di jalan yang dianggap aman sekalipun, potensi seperti ini masih bisa saja terjadi. Karenanya CumaGamer.com menyarankan kepada sahabat gamer untuk bermain bersama teman-teman secara berkelompok untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan saat berburu Pokemon di jalanan atau tempat-tempat tertentu. Sekalipun dalam kelompok besar, tetaplah waspada dan jauhi area-area gelap atau yang tampaknya berbahaya. Game ini memang tentang penjelajahan, tapi tetap penting untuk menyadari lingkungan sekitar dan menghindari tempat-tempat yang bisa berbahaya.

Intinya adalah bermain Pokemon GO boleh-boleh saja, tapi tetaplah cerdas, mengerti waktu dan juga memperhatikan lingkungan sekitar. Ada banyak risiko lainnya dalam bermain Pokemon GO yang bisa terjadi, misalnya pelanggaran terhadap privasi orang lain maupun informasi pengguna dalam aplikasi ini yang terbilang rentan, hingga ancaman pelecehan seksual. Karenanya apa yang diungkapkan CumaGamer.com ini diharapkan bisa jadi permulaan untuk lebih berhati-hati. CumaGamer.com sendiri melihat Pokemon GO sebagai sebuah game yang fantastik karena bisa membuat orang-orang berkumpul bersama dan beraktivitas fisik, sehingga rasanya akan sangat menyedihkan bila ada yang terluka saat memainkan sebuah game yang ditujukan membuat bahagia.

Gameplay inovatif dan adiktif membuat Pokemon GO digandrungi.
Di Indonesia, Pokemon GO sudah menjadi fenomena baru walaupun belum dirilis secara resmi untuk kawasan ini. Meski belum dirilis secara resmi, masyarakat Indonesia bisa memainkan game ini dengan mengunduh APK-nya yang tersebar di banyak situs game dan teknologi. Bahkan dari yang dibaca CumaGamer.com di linimasa, game ini telah menarik perhatian elemen pemerintah. Ada yang hendak memanfaatkannya sebagai sarana promosi wisata, ada juga yang menaruh perhatian pada potensi bahaya yang dimunculkannya. 

Well, CumaGamer.com tidak akan mengulas hal ini lebih lanjut karena menurut blog ini, Pokemon GO memiliki sisi positif dan sisi negatifnya. Sehingga sahabat gamer harus bijak dalam menggunakannya. Salam gamer dan selamat berburu Pokemon! (cg)

CumaGamer.com’s Original Feature

BACA JUGA:

1 comment:

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete

Designed By