Berita Terkini

CumaGamer.com

Terbaru

Berita

Artikel

Unik

Daftar Terbaik

Game Terfavorit

Friday, June 10, 2016

Review: Teenage Mutant Ninja Turtles - Mutants in Manhattan

POTENSI YANG DISIA-SIAKAN
 
Upaya Platinum Games dalam game Teenage Mutant Ninja Turtles terbaru menyajikan sebuah hack-n-slash standar yang sayangnya gagal menjadi lebih baik dari itu. Berikut ulasannya dirangkum CumaGamer.com.

Ketika rumor Platinum Games terlibat dalam pembuatan game terbaru Teenage Mutant Ninja Turtles (TMNT), bisa dipahami bila para penggemar langsung antusias. Mengingat rekam jejak yang bagus dari developer ini, yang meliputi game-game keren seperti Bayonetta, Metal Gear Rising: Revengeance, dan Transformers: Devastation, bisa dibilang ada banyak potensi untuk game Teenage Mutant Ninja Turtles: Mutants in Manhattan untuk menjadi sebuah game yang benar-benar layak menyandang brand ini. Tapi hasil akhirnya, adalah sebuah game yang sederhana dan tanpa jiwa, yang dimulai sejak level pertamanya. 



Siapapun penggemar para pahlawan dalam cangkang ini pasti sudah bisa menebak bagaimana alur gamenya. Shredder dan General Krang bekerja sama untuk menjatuhkan empat reptil jagoan kita ini dan juga menguasai Kota New York. Kalian pun mesti saling bekerja sama sebagai kura-kura untuk menghentikan upaya mereka. Diakui, potongan-potongan cutscene yang muncul di sepanjang campaign terlihat dibuat dengan sangat baik, mampu menyatu dengan gameplay aslinya. Sayang, cerita dalam Mutants in Manhattan terlalu pendek. Hasilnya, aksi dalam gamenya menjadi fokus perhatian, dan jumlahnya begitu meluap.

Bagi kalian yang mengharapkan kedalaman, presisi, dan gameplay penuh kekacauan sebagaimana Bayonetta bakal dibuat kecewa dengan game ini. Platinum menurunkan level permainan, di mana menangkis dan menyerang balik tidak lagi dibutuhkan, dan di sinilah di mana perulangan itu mulai muncul. Setiap area baru terisi dengan gelombang musuh yang begitu besar, dan misi-misi yang hanya membutuhkan kalian menjatuhkan setiap lawan. 

Kalian akan menyadari tugas-tugas ini melalui April O’Neil yang sangat membantu, tapi kenyataannya setiap misi tersebut sekadar misi-misi yang diulang-ulang. Menjinakkan bom, menjatuhkan semua musuh di area, atau menggerakkan sebuah objek dari titik A ke titik B, meskipun PlatinumGames mencoba memberi warna pada skenarioskenario ini, mereka hanya mengeksekusi aksi-aksi yang sama lagi dan lagi. 

Boss battle di setiap akhir level pun tidak membantu untuk membuat game ini terasa lebih menarik. Memang sih menyenangkan melihat bos favorit seperti Bebop dan Rocksteady, melawan mereka dengan menggunakan special attack dan cukup refleks untuk tidak berlari ke arah mereka saat mereka mulai bergerak membabi-buta atau menembakkan peluru. Memberikan jarak yang lebar untuk karakter-karakter bos yang ada merupakan sejumlah variasi yang bisa membedakan mereka dari yang lainnya. Hal ini sebenarnya bisa memberikan saat-saat refreshing tapi sayangnya, ada kemiripan set dalam health bar bos. 

Apa yang dilakukan PlatinumGames pada game ini mungkin bisa dilihat muaranya dari apa yang diinginkan Activision selaku penerbit game ini. Activision mungkin menginginkan game ini bisa menarik bagi beragam kalangan gamer, dengan melihat pada kepopuleran serial TMNT di Nickelodeon. Menyederhanakan pertarungan membuat game ini terasa mudah dimainkan, tapi hasil akhirnya menghalangi para penggemar setianya untuk bisa mendapatkan pengalaman game TMNT dengan kualitas terbaik. 

Di satu sisi, para penggemar TMNT mengharapkan Mutants in Manhattan menyajikan fitur multiplayer yang menyenangkan. Memainkan Leonardo, Donatello, Raphael, atau Michelangelo bersama tiga teman lainnya bersama-sama secara teori merupakan hal yang menarik, tapi game ini nyatanya tidak memiliki fitur local co-op dalam bentuk apapun. Sebaliknya, gamer mesti memuaskan keinginannya tersebut dengan berpartner secara online, yang secara umum terbilang sukses. Beruntung, bermain multiplayer secara online tidak memiliki masalah berarti, akan tetapi masalah intinya terkadang muncul, di antaranya bagaimana menemukan empat pemain untuk menyelesaikan story mission bersama-sama. 

Ya memang memainkan secara bersama-sama dalam format multiplayer online bisa terasa menyenangkan dalam game ini. Tapi sayangnya, progres yang dibuat dalam mode multiplayer tidak terbawa dalam mode single-player story. Ini artinya, upaya menelusuri peta secara solo menjadi penting, dan berita sedihnya melakukan hal ini terasa menjadi pilihan yang mengganggu ketimbang menarik.

~~DATA GAME~~
JUDUL: Teenage Mutant Ninja Turtles - Mutants in Manhattan
DEVELOPER: PlatinumGames
PUBLISHER: Activision
PLATFORM: PC, PS3, PS4, Xbox 360, Xbox One
RILIS: 24 Mei 2016
GENRE: Action, Hack & Slash
MODE: Single player, Online Multiplayer
CumaGamer Score: 6 dari skala 10.
Meskipun antusiasme yang menyertai Mutants in Manhattan terbilang tinggi, nyatanya PlatinumGames menyajikan sebuah produk standar yang kemungkinan besar akan mendapat diskon di hari-hari berikutnya. Mungkin sebaiknya Activision perlu memberikan tambahan waktu dalam pengembangan game TMNT berikutnya, untuk memberikan lebih banyak kedalaman dalam gameplay-nya. Karena Mutants in Manhattan jelas gagal dalam hal inovasi atau menghibur untuk waktu yang lama dalam setiap level. Benar-benar sebuah potensi yang disia-siakan. (cg)

Sumber: GameRant

No comments:

Post a Comment

Designed By