Berita Terkini

CumaGamer.com

Terbaru

Berita

Artikel

Unik

Daftar Terbaik

Game Terfavorit

Monday, May 23, 2016

10 Game Sukses Yang Awalnya Diragukan

Kesuksesan Tom Clancy’s The Division dan Uncharted 4: A Thief's End telah banyak diramalkan jauh hari sebelum game ini dirilis berkat konsep dan gameplay yang ditawarkan. Namun, tidak semua game sukses mendapatkan prediksi yang sama seperti The Division. Ada yang awalnya diragukan, namun justru menjadi sukses baik secara kritik maupun secara finansial. 

Pada kesempatan kali ini CumaGamer.com menghadirkan daftar 10 video game yang awalnya diragukan keberhasilannya, namun sebaliknya justru menjadi sukses dan mendapat banyak pujian. Game-game ini awalnya diragukan bahkan diprotes karena konsepnya yang dianggap konyol sebelum gamenya benar-benar dirilis. Dikutip dari WatchMojo.com, berikut ini daftar 10 game sukses yang awalnya diragukan keberhasilannya.



10. Spec Ops: The Line (2012)

Dalam industri video game modern, banyak ditemui game-game bergenre first-person shooter (FPS) dengan premis aksi para prajurit dalam membasmi teroris. Karenanya saat Spec Ops diumumkan, banyak yang menduga game ini akan menjadi game FPS generik yang mencoba mendulang uang dalam kepopuleran Call of Duty. Ditambah lagi trailer perluncurannya menampilkan formula yang FPS yang sama. Tapi saat game ini dirilis, semua perkiraan itu salah, karena para gamer justru dibawa dalam sebuah situasi mendalam di mana kenyataan tentang yang baik dan jahat terlihat kabur. Dalam game ini, ketika kalian berharap jadi pahlawan, kalian justru berakhis sebagai monster.


9. Alien: Isolation (2014)

Ketika “Aliens: Colonial Marines” mengecewakan  para gamer gara-gara gameplay dan grafiknya yang buruk, banyak yang tidak terlalu optimis menyambut “Alien: Isolation” yang hadir di tahun berikutnya, khususnya mengingat rekam jejak dari kebanyakan game yang didasarkan dari cerita film. Nyatanya game ini mengejutkan banyak pihak dan kejutan itu sebagian besar dikarenakan game ini mengembalikan tradisi dari film sci-fi klasik Ridley Scott, Alien yang rilis tahun 1979. Sebagaimana film “Alien” pertama yang berfokus pada ketegangan dan juga horor ketimbang adegan aksi, “Alien: Isolation” adalah sebuah game tentang stealth dan survival. Memainkan game ini membuat kalian merasa seperti benar-benar menjadi putri Ellen Ripley, Amanda, menjadikan pengalaman bermain lebih intens, menakutkan dan claustrophobic.


8. Resident Evil 4 (2005)

“Resident Evil 4” berada dalam fase development hell alias produksi mandek selama bertahun-tahun, dikarenakan banyaknya perubahan yang dilakukan. Karenanya, antusiasme game ini perlahan hilang dan para penggemar berat serial ini pun kehilangan minat ketika mendengar para zombi bakal dihilangkan dari permainannya. Tapi ketika hasil akhirnya dirilis, para gamer justru dibuat terkejut saat menyadari game ini bukan hanya menjadi game “Resident Evil” terbaik yang pernah ada, melainkan juga menjadi salah satu game terbaik sepanjang masa. Di samping membuat revolusi sudut pandang atas bahu, “Resident Evil 4” membuat para gamer tercengang dengan lingkungannya yang mengancam, gameplay third-person shooter yang menarik, dan sensasi ketakutan yang orisinal.


7. Guitar Hero (2005)

Sebuah kontroler adalah apa yang kalian butuhkan untuk bermain video game. Meski begitu, beberapa developer video game telah mencoba berbagai aksesoris eksperimen selama bertahun-tahun, mulai dari Power Glove hingga Power Pad. Hasilnya adalah, Guitar Hero pada awalnya diperkirakan bakal menjadi variasi lain yang ditakdirkan untuk gagal. Tidak ada yang menduga game ini bakal menjadi game berbasis irama musik paling sukses yang pernah ada. Berhasil menarik perhatian baik di kalangan gamer maupun non-gamer, “Guitar Hero” berevolusi menjadi sebuah waralaba yang menyengat dengan musik abadi dan menjadi pionir dalam genrenya.


6. GoldenEye 007 (1997)

Sebuah video game yang diadaptasi dari film biasanya berakhir buruk, khususnya di awal-awal generasi video game. Namun GoldenEye adalah sebuah game yang unik baik saat dirilis pertama kali maupun hingga saat ini. Game ini menjadi salah satu game adaptasi film layar lebar terbaik di antara game-game adaptasi lainnya. “GoldenEye” bahkan bisa dibilang pengecualian yang langka, dengan fakta mengeutkan bahwa game ini dirilis dua tahun setelah filmnya ditayangkan di layar lebar. Para gamer masih saja tertarik dengan permainannya bahkan hingga saat ini, mengingat game ini membawa genre FPS ke dalam sebuah gameplay yang sempurna, desain level yang kaya, dan komponen multiplayer yang begitu memikat, yang faktanya ditambahkan di menit-menit akhir pembuatannya.


5. The Legend of Zelda: The Wind Waker (2002)

Penampilan visual video game bisa menimbulkan kontroversi di kalangan gamer, khususnya penggemar setia suatu serial game. Karenanya, banyak protes muncul ketika gamer melihat game “Zelda” akan dibuat dengan gaya visual cel-shaded. Padahal, demo awalnya mengindikasikan gamenya dibuat dengan pendekatan yang lebih gelap dan lebih realistis. Hal ini membuat keputusan mengubah gaya visual menjadi cel-shaded banyak diprotes. Tapi semua berubah ketika hasil akhirnya dirilis. Para gamer penggemar setia Zelda menyadari “Wind Waker” masih menyajikan elemen-elemen yang disukai dari serial “Zelda” dengan petualangannya, lokasi-lokasi, dan kisahnya yang tidak paralel. Ditambah, setelah bisa menerima perubaya gaya visual, kalian akan menyadari game ini adalah adalah benar-benar game dengan tampilan yang paling indah dan tetap terlihat lebih baik dibandingkan game-game 3D Zelda terkini.


4. The Sims (2000)

Bukan hal yang mengejutkan bila orang-orang mengernyitkan dahi setelah mendengar tentang “The Sims.” Walaupun semua orang berharap untuk game baru “SimCity,” para gamer malahan mendapatkan game di mana kalian bermain di dalam rumah. Berpindah dari membangun gedung di kota menjadi tinggal di lingkungan kota terdengar seperti langkah mundur. “The Sims” hadir tepat pada waktunya, saat di mana para gamer mulai tertarik dengan kehidupan kedua secara virtual. Game ini menunjukkan bagaimana penampilan diri kita yang kita inginkan di dalam dunia video game, bahkan bila dunianya adalah kehidupan rumah tangga yang sederhana.


3. Kingdom Hearts (2002)

Perpaduan antara karakter-karakter Disney dan karakter-karakter “Final Fantasy” mungkin terdengar begitu aneh, tapi nyatanya “Kingdom Hearts” berhasil menjadi salah satu waralaba paling dicintai dari Square Enix. Dengan karakter-karakter menyenangkan seperti Sora, game RPG yang menawan ini benar-benar membuat para gamer merasa mereka seperti menjelajahi Halloweentown, Agrabah, dan dunia-dunia lainnya yang terinspirasi dari serial-serial klasik Disney. Wajah-wajah yang familiar menunggu di setiap sudut dan kalian akan dibuat penasaran dan apa yang akan muncul berikutnya. Dengan voice acting yang luar biasa, gameplay adiktif, dan cerita yang menyentuh, pengalaman bermain game ini akan menetap dalam hati kalian selamanya.


2. Metroid Prime (2002)

Gamer mungkin tahu apa yang mereka mau, tapi mereka tidak tahu apa yang terbaik bagi mereka. Contohnya dalam hal ini adalah “Metroid Prime.” Setelah kepopuleran “Super Metroid” dan judul-judul lain dalam serial side-scrolling sukses ini, para penggemar tentu terkejut mendapati petualangan terbaru mereka akan menjadi game first-person. Fakta bahwa developer Amerika yang belum pernah dikenal sebelumnya yang menjadi pengembang game ini semakin membuat suasananya memanas. Tapi hasil akhirnya membuat para gamer merasa bersalah telah menyangsikan keputusan ini. Begitu dingin dan kelam, “Metroid Prime” muncul sebagai salah satu judul paling berpengaruh dalam waralaba ini dan membawa nama Retro Studio dikenal dalam industri video game. Pertanyaannya adalah, apakah sejarah akan berulang untuk Metroid Prime Federation Force yang akan segera dirilis?

1. Batman: Arkham Asylum (2009)

Walaupun Batman tampil lebih baik dalam video game dibandingkan Superman, rasanya masih sulit untuk mendapat sebuah game menakjubkan yang didasarkan dari aksi si ksatria berjubah ini. Rocksteady Studio sebagaimana Retro Studios, adalah developer yang belum dikenal sebelumnya, menjadi penggawa bagi game “Batman: Arkham Asylum”. Tidak banyak yang mengira hasil akhir game ini bakal luar biasa saat game ini benar-benar dirilis. Dan para gamer khususnya penggemar Batman pun mendapatkan apa yang mereka inginkan selama ini. Lingkungan yang mencekam, kontrol yang kompleks, boss battle yang epik, gadget yang keren, dan para pengisi suara ikonik dari serial animasi Batman. “Arkham Asylum” menjadi game superhero yang ideal, menjadi standar baru bukan hanya bagi game-game superhero, melainkan juga game-game action di masa mendatang.

***

Itulah tadi sepuluh video game sukses yang awalnya diragukan keberhasilannya. Apakah kalian termasuk gamer yang meragukan game-game tersebut pada awalnya? Atau mungkin kalian adalah gamer yang optimis game-game tersebut bakal sukses di samping banyaknya keraguan yang menyertainya? Jangan ragu-ragu berbagi komentar kalian ya! (cg)

Sumber: WatchMojo

No comments:

Post a Comment

Designed By