Berita Terkini

CumaGamer.com

Terbaru

Berita

Artikel

Unik

Daftar Terbaik

Game Terfavorit

Saturday, April 16, 2016

Review: Quantum Break

PERMAINAN WAKTU YANG MENGASYIKKAN
Quantum Break membawa genre third-person melalui sebuah gameplay pengendalian waktu bertabur bintang, walaupun kekurangan replay value yang banyak diharapkan para gamer.

Hal yang bisa dikenali dari Remedy Games adalah, studio ini menyajikan pengalaman sinematik yang menarik dan menawan bagi para gamer. Ciri khas tersebut tetap bisa dilihat dalam proyek terbaru mereka, Quantum Break. Walaupun mengalami beberapa kali penundaan dan rilis format ganda yang banyak membuat para gamer yang sudah menunggu game ini sebagai game eksklusif Xbox One menjadi geram, hasil akhir dan penantian untuk rilisan teranyar Remedy ini terbayar sudah. Walaupun tetap bukan merupakan sebuah pengalaman tanpa cela, kemampuan menghentikan waktu dan perpaduan narasi yang penuh aksi sanggup menciptakan sebuah permainan yang menyenangkan. 


Bagi yang belum tahu, keseluruhan campaign dalam Quantum Break dikisahkan melalui sudut pandang kawan yang berubah menjadi lawan antara Jack Joyce yang diperankan  Shawn Ashmore dan Paul Serene yang diperankan Aidan Gillen. Keduanya tiba-tiba mendapatkan sebuah kekuatan super, dengan kisahnya mengenai mesin waktu dan menghasilkan dampak dari percampuran dengan sesuatu yang tidak semestinya dimiliki umat manusia. Meski deskripsinya terdengar standar, tapi nyatanya Remedy bisa menciptakan sebuah mitos yang berisi banyak karakter menarik, twist dan perubahan yang tragis, dan potongan-potongan set yang mengagumkan. 

Tampilan secara keserluhan dan ketelitian grafis dalam game ini benar-benar menghasilkan sebuah karya yang sejak awal akan dikagumi para gamer. Sebagaimana yang kerap dibicarakan sebelumnya, game ini terlihat seperti game “next-gen” yang sebenarnya yang saat ini tersedia di konsol rumahan. Hal ini dikarenakan teknologi pencitraan wajah yang diimplementasikan begitu baik, dan juga potongan-potongan set yang di-render dengan baik yang membenamkan pemainnya ke dalam lingkungan yang semakin mengikat berkat narasinya yang hebat. Ini adalah sebuah pemberian yang indah dan yang telah diatur Remedy dan dengan jelas mengambil keuntungan penuh dalam setting yang digunakan dalam game ini, dengan dua momen yang begitu menawan yang menjadi sebuah pencapaian tersendiri bagi studio ini.

Tentu saja segmen-segmen interaktif yang menawan ini bersamaan dengan plot yang menyertainya akan sia-sia bila tidak disertai dengan gameplay yang layak untuk dimainkan. Bagusnya, Remedy mampu menjadikan karya terbaru mereka ini melampaui game-game shooter lainnya. Ini berkat cover system yang diberatkan pada pergerakan yang diimplementasi pada produk akhirnya, yang memungkinkan Jack bisa berlindung dengan simpel kapanpun dia mendekati sebuah pilar atau sebuah kotak. Ini membuat aksinya terasa lebih dinamis tapi yang lebih penting lagi, mendorong para gamer untuk memanfaatkan beragam kekuatan pengendalian waktu yang dimiliki karakter utamanya.

Jack Joyce memiliki sejumlah kemampuan berbeda yang akan membantunya dalam sebuah misi memperbaiki waktu. Satu opsi pasif secara sederhana akan memungkinkan pemain melihat ancaman-ancaman dan item-item yang tersebar di sekitar area. Sementara sisanya terutama digunakan untuk membantu menghadapi gelombang demi gelombang musuh bersenjata. Kemampuan menghentikan waktu dengan gelembung kecil, berlari dengan kecepatan kilat menuju ke perlindungan terdekat, menciptakan ledakan berbasis waktu, memunculkan perisai waktu yang besar, dan memperlambat waktu untuk bisa mengantarkan sapuan telak kepada musuh-musuh, kesemuanya merupakan bagian dari keseluruhan game ini.

Dan semua itu didukung dengan visual menakjubkan untuk menjadikannya semakin hidup. Pun, ada cara-cara baru untuk menyingkirkan musuh yang belum pernah dijelajahi sebelumnya dalam game third-person shooters lainnya, atau setidaknya semua itu ditampilkan dengan baik di sini. Dan semua itu menjadikannya sebuah sensasi kekuatan yang sangat memuaskan ketika pemain sudah menguasai kemampuan-kemampuan ini. 

Namun di sisi lain dari kelebihan-kelebihan tersebut, rasanya memalukan mengetahui game ini tidak terasa benar-benar menantang. Bahkan dalam pengaturan ‘Hard’, pemain mungkin baru akan kehilangan nyawa ketika diserang musuh dari belakang. Setelah mengetahui pola serangan dan lokasi spwan dari musuh-musuh tertentu, rasanya jadi tidak begitu menantang untuk menyingkirkan mereka semua dan melanjutkan progres permainan ke segmen berikutnya. Sehingga, Joyce jadi terasa begitu kuat, walaupun ini masuk akan bila dilihat dari sudut pandang narasi, seseorang yang bisa memanipulasi waktu, tapi hal ini mengurangi efek yang dibutuhkan pada permainan kedua.

Perulangan dalam game ini mungkin bisa diatasi, namun dengan perubahan-perubahan yang tersedia di Junction Point, yang tersedia di akhir setiap act. Dalam momen-momen ini, pemain akan benar-benar mengendalikan penjahat dalam game ini, Paul Serene, dan akan diberi pilihan dua jalandi akhir act 1. Dari sini, pemain bisa memutuskan apa yang akan terjadi pada karakter yang ditemui di awal-awal permainan. 

Karakter-karakter ini bisa saja dibunuh, yang akan memperkenalkan Jack pada karakter sentral lainnya atau bisa saja tetap hidup dan akan memiliki peran lebih besar dalam keseluruhan plotnya. Keputusan-keputusan ini begitu berarti dan berdampak pada gamenya, tapi tidak sepenting yang bisa diharapkan. Pasalnya mereka ini tidak mengubah gameplay dalam porsi yang banyak, ketika pemain bakal melanjutkan lingkungan dalam game yang persis sama, walaupun nantinya mereka akan memiliki peran besar dalam elemen live-action-nya.

Sebagaimana yang sudah diketahui para penggemar, ada serial live-action yang ditayangkan di televisi yang juga berjudul sama dan dengan tema yang sama. Tentu hal ini terasa menarik bagi percobaan antar media. Walaupun mungkin bakal dikritik karena setiap episodenya hanya berdurasi 20 menitan, namun semuanya dibuat dengan sangat baik dan menarik untuk disaksikan, yang semakin menguatkan plot dalam gamenya. Para pemain game ini mungkin akan melewatkan acara live-actionnya, tapi hasilnya mereka tidak bisa mengetahui kisahnya secara penuh.

~~DATA GAME~~
JUDUL: Quantum Break
DEVELOPER: Remedy Entertainment
PUBLISHER:Microsoft Studios
PLATFORM: Xbox One, PC
RILIS: 5 April 2016
GENRE: Action-adventure, third person shooter
MODE: Single player
CumaGamer Score: 9 dari skala 10.

Secara keseluruhan, Quantum Break bisa disimpulkan sebagai salah satu game eksklusif terbaik untuk Xbox One sejauh ini. Ini berkat sejumlah mekanik gameplay yang beragam dan pembuatan keputusan dalam ceritanya. Dan memang narasi game ini berperan besar menghidupkan Quantum Break, yang tersaji dalam porsi besat cutscene dan serial live-action di TV. Dan bahkan lebih banyak lagi yang terjadi di dunia sekitar Jack Joyce yang bisa ditemukan melalui surel-surel dalam game yang bisa dikumpulkan, yang mana mungkin beberapa pemain tidak ingin membacanya. Menghabiskan waktu untuk bisa memahami apa yang terjadi dalam game ini rasanya memang layak dilakukan. Sementara keputusan-keputusan yang bisa mengubah ceritanya mungkin tidak berdampak sebanyak yang diharapkan para penggemar, tapi cukup untuk membantu dalam melihat karakter-karakter sampingan hingga akhir permainan.

Dibutuhkan sekitar sepuluh jam permainan untuk menyelesaikan Quantum Break pada percobaan pertama, dan memainkannya kembali terbatas pada dua playthrough untuk mereka yang ingin lebih menyelami game ini. Bahkan, petulangannya yang dibuat dengan begitu baik yang menampilkan inovasi dalam sebuah cara yang menarik kembali para pemainnya untuk melanjutkan permainan. Quantum Break sudah tersedia untuk Xbox One dan Windows PC sejak 5 April 2016. (cg)

Sumber: GameRant

3 comments:

Designed By