Berita Terkini

CumaGamer.com

Terbaru

Berita

Artikel

Unik

Daftar Terbaik

Game Terfavorit

Saturday, April 16, 2016

15 Game Ini Dianggap Berbahaya Bagi Anak-Anak

ilustrasi
Pemerintah tampaknya mulai serius dalam pengawasan video game di Indonesia. Pasalnya, baru-baru ini dikeluarkan daftar berisi 15 judul video game yang dianggap berbahaya bagi anak. Berikut informasi selengkapnya dirangkum CumaGamer.com.

Ini peringatan bagi orangtua bahwa tidak semua video game layak dimainkan anak-anak segala usia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Indonesia pada Rabu, 13 April lalu merilis daftar 15 game berisi kekerasan dan dianggap berbahaya bagi anak-anak. Karenanya, orangtua diminta memantau aktivitas nge-game anak-anak mereka.


Game-game yang berbahaya untuk anak-anak itu antara lain adalah World of WarCraft, Call of Duty, Point Blank, Cross Fire, War Rock, Counter-Strike, Mortal Kombat, Future Cop, Carmageddon, dan Shellshock. Menyusul kemudian game berbahaya lainnya dalam daftar tersebut yaitu Rising Force, Atlantica, Conflict: Vietnam, Bully, dan yang tidak kalah populer yaitu Grand Theft Auto (GTA).

Sebenarnya, di setiap sampul wadah game-game tersebut sudah tertera rating atau batas usia bagi pemainnya. Untuk game GTA misalnya, tertulis rating M yang merupakan singkatan dari Mature atau dewasa/17 tahun. Artinya game yang menampilkan perkelahian dan pencurian kendaraan bermotor itu hanya bisa dimainkan oleh mereka yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah dianggap dewasa. Begitu pula halnya game perang Call of Duty berkode rating M. Sedangkan game mistik World of WarCraft berkode rating T, kepanjangan untuk Teen yang artinya remaja atau 12 tahun ke atas.

Grand Theft Auto termasuk game yang dianggap berbahaya bagi anak-anak.
Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD-Dikmas) Kemendikbud Harris Iskandar berharap orangtua mengawasi dan mendampingi anak-anak saat bermain video game. “Saya akui itu susah. Saya sendiri punya anak SMA, juga susah untuk mengontrol main game,” katanya dilansir CumaGamer.com dari Jawa Pos.

Meski demikian, Harris mengingatkan anaknya lebih memilih game yang tidak berisi kekerasan. Dia menganalogikan dengan ajakan kepada anak untuk salat. Pada saat-saat tertentu, cukup susah mengingatkan anak-anak untuk salat. “Tetapi tetap saya lakukan terus. Karena itu kewajiban orangtua,” tuturnya.

Harris menjelaskan, kementerian apapun, termasuk Kemendikbud, bakal kesulitan untuk mengontrol peredaran video game. Apalagi memastikan anak-anak bermain game sesuai dengan rating usianya. Menurut dia, satu-satunya benteng bagi anak-anak adalah keluarga.

Sementara itu Direktur Indonesia Heritage Foundation (IHF) Wahyu Farah Dina menyatakan, ada banyak tips untuk menangani anak-anak yang kecanduan bermain video game. Misalnya, orangtua bisa menyusun jadwal kegiatan pengganti main game. “Seperti olahraga dan seni,” ucapnya.

Tip berikutnya yaitu menjauhkan konsol dan software game dari anak-anak secara bertahap. Kemudian meletakkan konsol game di ruang terbuka seperti ruang keluarga atau ruang tamu. Farrah juga mengingatkan orang tua agar tidak mengenalkan game kepada anak-anak di bawah usia delapan tahun, kecuali game edukatif. 

Bagaimana menurut sahabat gamer? Apakah kalian setuju bahwa 15 game tersebut memang berbahaya bagi anak-anak? Apakah menurut kalian langkah Kemendikbud ini sudah tepat? (cg)

Sumber: Jawa Pos

3 comments:

  1. Replies
    1. Wah, kalau itu kurang tahu. Mungkin Kemendikbud melihatnya sebagai aksi kekerasan.

      Delete
  2. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete

Designed By