Berita Terkini

CumaGamer.com

Terbaru

Berita

Artikel

Unik

Daftar Terbaik

Game Terfavorit

Saturday, March 26, 2016

Review: Tom Clancy's The Division

MMO DENGAN CERITA YANG BERHASIL

The Division membuktikan janjinya dalam hal menyediakan sebuah game open-world shooter yang memiliki skala begitu bagus untuk dimainkan sebagaimana single-player campaign atau MMO co-op empat pemain yang menantang.

Setelah serangkaian penundaan dan presentasi E3 yang mengesankan, Tom Clancy’s The Division akhirnya hadir juga. MMO shooter dari Ubisoft ini mungkin akan dibandingkan dengan banyak judul game sejenis lainnya, tapi jelas sekali game ini punya keunikannya sendiri. Game ini berfokus pada sebuah cerita dan menyajikan sebuah pengalaman gameplay yang memiliki skala begitu baik mulai dari sesi solo ke co-op tim empat pemain. 


Setiap MMO memiliki latar dan cerita yang menakjubkan di atas kertas, tapi ide-ide ini tidak selalu diterjemahkan dengan baik ke dalam sebuah genre yang populer dengan grinding lever dan gearnya ini. The Division seakan mendobrak tren tersebut dengan menawarkan sebuah thriller medis yang begitu menarik yang berfungsi sama baiknya dengan sebuah pengalaman single-player, bila kalian memilih bermain solo. 


Bagi kalian yang luput pemasaran tiga tahun terakhir dari game ini, The Division adalah sebuah open-world third person shooter MMO yang mengambil tempat di New York, setelah serangan kimia yang menimpa kota tersebut. Kota ini dikunci dan faksi-faksi kriminal mengambil ali kendalinya. Kalian berperan sebagai agen Division yang sangat rahasia, yang dipanggil untuk mengatasi kekacauan yang terjadi dan mengembalikan hukum di jalanan. 

Kesuksesan sesungguhnya dari The Division adalah penyajian kisahnya. Momen-momen krusial hadir dalam bentuk potongan-potongan cutscenes, siaran radio, dan echo point atau titik gema yang unik dalam game ini yang menawarkan sebuah konsturksi dari event-event di masa lalu yang membuka tabir apa yang terjadi sebelum segalanya menjadi seperti neraka. Perpaduan antara penceritaan single player tradisional dan rekaman serta echo points bisa dibilang sempurna. Bahkan bagi kalian yang tidak tertarik dalam hal gear grinding, PvP, atau co-op akan menikmati jalinan kisah utama The Division dan misi-misinya yang menantang.


Salah satu yang mengganggu dalam The Division mungkin adalah bangunan-bangunan dalam dunianya yang memiliki tema-tema serupa. Tidak seperti dalam game-game seperti World of Warcraft, di mana setiap zona memiliki tampilan dan suasana yang sangat berbeda, semua jenis lingkungan dalam The Division terlihat seperti sebuah kota pasca kehancuran, dan jelas ini masuk akal. Walaupun gaya ini begitu cocok dengan rasa gamenya dan membuat New York City hadir dalam tampilan yang begitu mirip dengan aslinya, minimnya variasi akan membuat kalian kesulitan untuk menemukan lokasi tertentu tanpa menggunakan peta.

Bicara soal peta, user interface game ini begitu mudah untuk dibaca, begitu cepat dinavigasikan, dan secara estetika menyenangkan. Dalam sebuah gaya RPG sejati, kalian akan mulai menghabiskan banyak waktu di layar menu membandingkan stat pakaian atau senjata dan mempelajari keuntungan dari masing-masing skill danhal-hal lainnya. Untungnya, game ini membuatnya terasa sangat mudah dengan sistem menu yang jelas dan stat yang cukup dalam untuk membawa pada keputusan-keputusan yang sulit, tapi cukup sederhana untuk dimengerti tanpa harus selalu melongok ke sebuah forum dan melihat apa yang dikatakan orang-orang di sana. 


Dalam hal gameplay, The Division mengambil beberapa risiko dengan melakukan pendekatan berlari dan berlindung. Beruntung, mekanik ini bekerja sangat baik dan mudah dikuasai. Sistem ini turut menggunakan opsi biasa untuk menunduk, melompat, atau pergi begitu saja semaunya, menawarkan sebuah perubahan pada para penggemar game shooter populer lainnya, tapi setiap area diisii dengan banyak tempat untuk menunduk dan berlindung.

Latarnya juga menambahkan lapisan strategi dan kompleksitas yang hampir selalu meliputi vertikalitas. Menemukan sebuah cara untuk melewati tanah tinggi dan memanfaatkannya untuk kalian adalah salah satu kunci sukses dalam duel senjata di The Division, yang memaksa kalian untuk terus bergerak. Bertahan di belakang satu lapis beton di sepanjang pertempuran bukanlah pilihan yang aman dan AI yang ada di game ini cukup pintar untuk memaksa kalian keluar dari tempat bersembunyi dan memaksa kalian untuk beradaptasi. 


Musuh-musuh dalam game ini datang dari empat faksi dan masing-masing faksi memiliki peran-peran yang sama, mulai dari tank ke grenadier. Pada tingkat kesulitan normal, musuh-musuh menawarkan sebuah tantangan menarik dan juga grup-grup yang akan terlibat ke dalam sebuah bentrokan tanpa strategi apapun yang akan membuat kalian mempelajarinya dan menjadi terbiasa. AI-nya bahkan menjadi semakin pintar dan semakin kuat ketika kalian berpindah ke Hard mode dan tantangannya akan menjadi semakin menyambut kalian yang ingin ditekan sampai batas dan mendapatkan extra credit sebagai hadiah. 

Kalian yang menjajal tantangan dalam Hard mode juga akan menikmati sebuah pengalaman unik dari The Dark Zone. Ini adalah zona PvP yang menyediakan sebuah pengalaman gameplay yang begitu intens dan mengagumkanyang belum pernah dilihat pada game shooter kelas triple-A sebelumnya. Pertaruhannya tinggi, AI-nya kuat, dan para pemain lain bisa menyerang kalian dan mencuri loot kalian kapan saja. Gimmick ini mungkin akan hilang pada beberapa titik, tapi untuk saat ini Dark Zones dengan pengalamannya dan sangat menghibut dan tepat untuk menghabiskan waktu dalam The Division.


Waktu yang akan menjawab apakah hasil akhir game The Division punya cukup banyak konten untuk membuat para pemainnya terhibur dan sibuk, tapi jelas cukup menawarkan untuk menyegarkan karakter-karakternya. Misi-misi harian dan quest-quest yang bisa diulang membawa grind loot sebagai sebuah kesimpulan tak terhindarkan pada MMO apapun, dan grind dalam The Division menawarkan lebih banyak variasi saat peluncurannya. Saat kalian telah menguasai konten yang ada, grind-nya mungkin akan terasa kurang menyenangkan, tapi semoga saja game ini secara berkala mendapatkan patch dan expasion untuk membuatya tetap segar dan mempertahankan keseimbangannya. Tambahan yang bagus dalam grind loot adalah level kustomisasi yang tersedia. 

Bahkan setelah kalian membeli, membangun, atau menemukan senjata yang telah kalian buru, serangkaian mod dan skill akan menyediakan banyak kompleksitas dan variasi tambahan. Game ini memungkinkan kalian untuk mengganti kemampuan-kemampuan berbeda sesukai kalian tanpa hukuman, jadi kalian bisa menggunakan karakter yang sama dalam arah-arah yang sangat berbeda dari setiap pertemuan ke pertemuan yang lain berdasarkan dari skill, weapon, dan mod yang kalian equip.

~~DATA GAME~~
JUDUL: Tom Clancy's The Division
DEVELOPER: Ubisoft Massive
PUBLISHER: Ubisoft
PLATFORM: PS4, Xbox One, PC
RILIS: 8 Maret 2016
GENRE: Third person shooter
MODE: Multiplayer
CumaGamer Score: 9 dari skala 10.

Kekuatan sesungguhnya dari The Division adalah game ini menawarkan sesuatu untuk begitu banyak tipe gamer yang berbeda. Game ini berjalan begitu baik pun dengan pengalaman single player-nya, zona-zona PvP terasa unik, dan mengakhisi gamenya dengan menawarkan grind yang menantang yang cukup kompleks untuk membuat para penggemar berat genre ini terus tertarik memainkannya. Semua itu, bersama kombinasi dengan banyak sentuhan kecil dalam gamenya seperti sistem suara yang brilian, selera humor yang bagus, dan sebuah kisah yang misterius, membuat The Division adalah sebuah game yang harus dimainkan untuk semua tipe gamer. (cg)

Sumber: Game Rant

No comments:

Post a Comment

Designed By