Berita Terkini

CumaGamer.com

Terbaru

Berita

Artikel

Unik

Daftar Terbaik

Game Terfavorit

Thursday, February 18, 2016

Review: XCOM 2

KESUKSESAN GENRE STRATEGY
Firaxis melanjutkan pekerjaan bagusnya dalam waralaba XCOM dengan XCOM 2, sebuah game yang meningkatkan semua elemen yang ada pada game pendahulunya, dan menghantarkan sebuah pengalaman strategis fenomenal dari awal hingga akhir.

Tiga tahun setelah XCOM: Enemy Unknown mengguncang dunia strategi dan membuktikan bahwa game bergenre turn-based masih bisa bicara banyak dalam industri ini, Firaxis mengikutinya dengan penerus yang jelas sangat layak menyandang nama itu. Dengan XCOM 2, gamer akan menemukan sebuah judul yang menantang yang bukan hanya meningkatkan pengalaman gameplay inti dari game aslinya, tapi juga menambahkan elemen-elemen baru untuk tetap mempertahankan para penggemar berat serial ini. 


XCOM 2 mengambil latar dua puluh tahun setelah versi reboot-nya, jauh setelah dunia kehilangan kendali terhadap ancaman alien. Di samping apa yang sudah dilakukan gamer pada game aslinya, XCOM kalah dalam pertempuran setelah kehilangan dukungan council di tahun 2015, dan sejak saat itu menjadi pasukan pemberontak dengan taktik gerilya. Ini artinya para pemain akan menghadapi banyak operasi dengan batasan waktu dan akan merencanakan penyergapan, dibandingkan pertempuran di medan tempur dengan baku tembak senjata. Tidak seperti game terakhirnya, gamer tidak perlu mengkhawatirkan peta-peta yang repetitif berkat adanya sistem procedural generation dalam game ini.

XCOM 2 memperkenalkan banyak elemen gameplay baru dan memasukkannya dalam gaya baru ini, seperti zona-zona penempatan pemain, penyergapan yang sudah disebutkan di awal, dan restrukturisasi lengkap dari class setiap karakter untuk merefleksikan fokusnya pada pertempuran gerilya. Gamer bakal berpikir keras mengenai class mana saja yang mesti dipilih untuk bertempur, dan menemukan kombinasi tepat dari tipe-tipe prajurit yang lebih serupa proses trial-and-error. Hal ini pun ditemui ketika gamer memulai dari persembunyian, aspek stealth baru dalam waralaba ini, di mana gamer bakal merencanakan penyergapan untuk memaksimalkan dampak pengawasan. Gameplay baru ini bisa dibilang melengkapi XCOM 2 dengan sangat baik.

AI dalam game ini terbukti mengalami peningkatan besar, di mana oposisi ADVENT kerap mencari peluang untuk memaksimalkan tingkat kerusakan yang dihasilkan. AI dilengkapi dengan brutalitas murni di semua tingkat kesulitan, dan para penggemar yang mencari standar tantangan tinggi sebagaimana yang dikenal dari XCOM tidak akan kecewa. Gamer harus mengatur strategi-strategi hingga ke pertengahan misi begitu sering, dan itulah keindahan dari XCOM. 


Tentu saja pertempuran di medan adalah salah satu aspek manajemen yang bakal dihadapi gamer. Manajemen markas mengalami perbaikan signifikan, dan Firaxis melakukan kerja bagus dengan menyingkirkan minigame berburu UFO yang etrasa salah tempat pada game pertamanya. Game ini menaruh perhatian lebih pada para scientists dand engineer, di mana menyelamatkan mereka adalah misi opsional berwaktu yang merupakan hal penting bagi gamer. Setelah diselamatkan, scientist akan menyediakan bonus research bonus sehingga gamer bisa mengakses gear lebih cepat, dan engineers bisa ditempatkan di berbagai ruangan untuk menghasilkan beragam aspek bonus, dari mulai meningkatkan jaringan komunikasi pemberontak hingga membantu tentara mengobati luka lebih cepat.

World map juga mendapatkan perombakan, dan gamer kini bisa menerbangkan mobile base ke berbagai tujuan berbeda. Segalanya membutuhkan waktu dalam XCOM 2, meliputi bepergian dan pengaturan sebelum misi-misi. Hasilnya, para pemain akan butuh menganalisa misi-misi mana yang dianggap penting dan mesti diperhatikan waktu penyelesaiannya. Hal ini memang patut menjadi perhatian, karena apabila waktu menunjuk angka nol, itu artinya game over bagi XCOM. 


Dari segi cerita, mungkin jalinan kisahnya sedikit melenceng jauh. Tapi sekali lagi cerita dalam serial ini tidak pernah didasarkan pada alur kisah yang harus dipercaya. Dan sebagaimana yang ada dapa judul-judul XCOM, manusia dipaksa untuk mengadopsi teknologi alien dan menggunakannya untuk melawan pasukan penjajah, khsusunya untuk bisa menghasilkan satu kesempatan menyerang untuk meruntuhkan dominasi alien.
Gamer sekali lagi berperan sebagai The Commander, yang ditawan dalam es oleh para alien selama dua puluh tahun terakhir. Ditemukan kembali setelah pertaruhan putus asa oleh si pencinta sweater Bradford, alur linier lantas membawa gamer ke dalam misi terakhir yang penuh klimaks dan ketegangan, dengan beragam event terjhadi dalam perjalanan gamer berpacu dengan waktu melawan proyek alien.

Ini bisa dibilang salah satu contoh fan service terbaik dalam sejarah video game, Firaxis secara drastis mengembangkan opsi kustomisasi untuk prajurit dengan XCOM. Baik itu mengganti kebangsaan, gender, atau memberikannya sebuah latar belakang, tidak cukup banyak yang tidak bisa dilakukan gamer dalam memodel prajurit-prajurit mereka sebagaimana yang diinginkan. Bersamaan dengan prajurit-prajuit ini naik peringkat atau rank up, lebih banyak lagi cosmetic apparel options yang bisa diakses, dan gamer akan hanyut dalam item-item seperti topi baseball hingga rokok bergaya Duke Nukem. 


Firaxis juga menciptkan lingkungan yang bagus untuk para modders. Studio ini bekerja langsung dengan para modder dari game pertamanya untuk memastikan pemilihan optional mods yang tersedia saat perilisannya. Dan tidak butuh waktu lama bagi para modder untuk kembali melakukan barter ketika gamenya keluar. Dengan lebih dari 200 mods dirilis pada pekan pertama game ini muncul di pasaran, bakal memberikan banyak pilihan kepada gamer untuk menjajalnya. Gamer juga memiliki pilihan untuk membeli konten unduhan atau DLC yang disebut Reinforcement Pack. DLC ini bakal memberikan variasi dari gameplay intinya dalam beberapa pekan mendatang, sebagaimana yang dilakukan Enemy Within. 

~~DATA GAME~~
JUDUL: XCOM 2
DEVELOPER: Firaxis Studios
PUBLISHER: 2K Studios
PLATFORM: PC
RILIS: 5 Februari 2016
GENRE: Turn-based tactics
MODE: Single-player, multiplayer
CumaGamer Score: 9 dari skala 10.

Memang sih ada beberapa masalah grafis dan juga glitch dalam gameplay-nya, namun game ini dipoles dengan baik sehingga semestinya bisa menghibur baik penggemar baru maupun penggemar lama dari waralaba ini. Game ini mungkin terasa tidak fair dalam suatu waktu, tapi Firaxis merangkai pengalaman dinamis dengan replay value tidak terbatas dan tingkat tantangan yang konstan. Para penggemar serial ini akan menemukan banyak kenikmatan menyaksikan para tentara XCOM berjuang sekali lagi untuk melindungi umat manusia, dan Firaxis patut berbangga sekali lagi karena telah membuat salah satu game strategi yang sangat adiktif dan memuaskan sepanjang masa. (cg)

Sumber: Game Rant

No comments:

Post a Comment

Designed By