Berita Terkini

CumaGamer.com

Terbaru

Berita

Artikel

Unik

Daftar Terbaik

Game Terfavorit

Friday, February 26, 2016

Review: Far Cry Primal

SEGAR DENGAN RASA FAMILIAR
Far Cry Primal dari Ubisoft membawa kalian kembali ke zaman batu, tapi gameplay dan narasinya terasa jauh dari zaman prasejarah dalam game open-world primitif ini.

Sebagaimana waralaba lainnya yang ditangani Ubisoft, Far Cry merupakan salah satu yang difavoritkan para gamer. Memberikan kegilaan dan hal-hal tak terduga yang secara alami muncul dengan binatang dan manusia yang membawa rasa penasaran kalian dalam beragam in-game map di serial ini, tidak mengejutkan bila mendengar bakal ada kesenangan dalam judul terbaru serial ini. Apa yang menjadi kejutan dalam game terbarunya, Far Cry Primal, adalah gameplay-nya berbeda dari inti serial ini seperti pistol dan kendaraan, yang tergantikan tombak tajam dan mammoth penuh bulu. Hasilnya cukup bagus untuk dimainkan. 


Far Cry Primal membawa kalian kembali ke masa lalu di tahun 10.000 SM., di daratan prasejarah bernama Oros. Di sinilah di mana game ini benar-benar bersinar. Sinar matahari yang bersinar melewati ranting-ranting pepohonan di hutan terasa begitu memikat, sementara nyala obor setelah matahari terbenam terasa begitu hangat. Semua efek ini mungkin merupakan hasil dari serial ini meninggalkan hardware lama untuk berfokus pada membawa pengalamannya ke dalam konsol generasi terkini. Apapun alasannya, setiap inci dari Oros memiliki beberapa pemandangan terbaik yang bisa ditemukan dalam game apapun, bahkan melampaui game-game Far Cry sebelumnya.
Hasilnya, kehidupan alam liar menjadi inti utama dalam Primal, dan, mengingat game ini mengambil tempat ribuan tahun yang lalu, kalian bakal berinteraksi dengan binatang-binatang yang kini sudah punah. Ya misalnya harimau saber-tooth dan badak berbulu yang menjelajahi daratan dan hutan. Dan, di sinilah game ini memfokuskan perhatiannya. Kalian berperan sebagai lelaki yang dikenal sebagai Takkar, dan setelah beberapa misi sang protagonis primitif ini akan didaulat sebagai ‘The Beast Master’. Seperti namanya, ini artinya dia bisa berteman dengan lebih banyak makhluk buas yang tinggal di area sekitarnya.
Menjinakkan binatang-binatang buas ini segera saja menjadi fokus permainan secara keseluruhan, dan ketika kalian melakukan level up serta meningkatkan beragam skill, kalian akan lebih baik mempersiapkan diri untuk menghadapi ancaman-ancaman yang ada dalam game ini. Menjinakkan predator Oros terasa tidak begitu menantang, yang seringkali terasa mengecewakan. Ubisoft mencoba mengulanginya dengan memasukkan varian langka dari mayoritas makhluk ini, tapi ada beberapa makhluk yang tidak terlalu berhasil. Ya meski begitu, memerintah beruang gua untuk melukai manusia gua tak berdaya atau menjinakan lantas menunggangi harimau sabre-tooth terasa menghibur dan membantu untuk alasan yang jelas.
Sementara itu, ketika narasinya mulai berputar, kalian akan menghadapi event-event berbasis cerita yang terbentang di depan. Kalian akan mengetahui bahwa Wenja, klan asal Takkar, memasuki sebuah peperangan brutal dengan dua suku lainnya yang mulai mendiami dataran Oros, Udam dan Izila. Mengingat game ini berlatar sebelum bahasa Inggris modern muncul, kreatif game ini tampaknya meminta bantuan pakar bahasa untuk mencoba menciptakan kembali dialog autentik untuk era ini. Walaupun beberapa pihak mempermasalahkan penghilangan bahasa lisan yang sudah diketahui di masa kini, toh akhirnya keputusan ini membantu hasil akhirnya.
Meskipun keseluruhan cerita dijabarkan melalui caption-caption yang ada, penceritaan Primal terasa menarik berkat beberapa dialog yang ditulis dengan baik dan penampilan pengisi suara yang menghibur. Sudah jelas bila publisher game ini berusaha keras membuat suasana sehidup mungkin dengan konsep yang digunakan, dan penggunaan bahasa lisan merupakan bagian besar dari usaha tersebut. Tentu saja pistol tidak eksis di awal periode Mesolitik, yang artinya Takkar akan terus-menerus mengumpulkan sumber daya untuk merakit senjata-senjata mulai dari tongkat dan tombak hingga bom lebah dan panah.
Gamer yang terlibat dalam pertempuran bakal menyadari bahwa mereka tengah berada dalam pertempuran paling mengerikan yang pernah ada dalam serial ini. Sebagaimana bisa dibayangkan, memukul seseorang dengan tongkat hingga mati merupakan tindakan menakutkan, tapi bayangan tersebut bisa pudar berkat animasi yang melekat pada aksi seperti itu dalam Primal. Menusukkan tombak menembus kepala musuh dan menempelkannya di tembok mungkin bakal memunculkan perasaan yang mengganggu. Terbilang wajar sih, mengingat game ini terjadi di masa di mana kebrutalan merupakan namanya, dan elemen ini bekerja baik dalam latar dunia dalam game ini.
Ketika sumber daya alam yang tersebar tidak diperuntukkan membuat senjata, benda-benda ini bisa digunakan untuk menguatkan struktur dalam kemah utama Takkar. Ini memungkinkan kalian membantu rekan kalian sesama klan Wenja dan membuka upgrade-upgrade serta ability-ability baru dalam prosesnya. Membangun markas bukanlah fitur yang luar biasa dan dalam skema apapun akan terasa terlupakan. Memang sih ini merupakan hal penting untuk memaksimalkan atribut si Takkar, tapi hanya itu saja fungsinya.
~~DATA GAME~~
JUDUL: Far Cry Primal
DEVELOPER: Ubisoft Montreal
PUBLISHER: Ubisoft
PLATFORM: PS4, Xbox One, PC
RILIS: 23 February 2016
GENRE: Action-adventure
MODE: Single-player
CumaGamer Score: 8 dari skala 10.

Bila kalian mencari sesuatu yang baru dari serial yang kelihatannya muncul setiap dua tahun sekali ini, kalian akan menemukannya dalam Far Cry Primal yang terasa begitu segar. Meski begitu para penggemar seial ini akan menemukan formula yang sangat familiar dalam latar yang unik ini. Menguasai markas-markas musuh, menyalakan api, berhadapan dengan kehidupan liar, mengikuti cerita dan misi-misi sampingan, semua itu terjadi dalam Primal. Tetap saja, game ini merupakan sebuah penyegaran dalam percobaan sesuatu yang baru yang berhasil menciptakan bangunan game yang sulit dengan lingkungan sandbox-nya. Game ini merupakan salah satu game yang bagus. Far Cry Primal sudah hadir untuk PlayStation 4 dan Xbox One pada 23 February 2016, sedangkan versi PC-nya akan hadir 1 Maret 2016. (cg)

Sumber: Game Rant

No comments:

Post a Comment

Designed By