Berita Terkini

CumaGamer.com

Terbaru

Berita

Artikel

Unik

Daftar Terbaik

Game Terfavorit

Thursday, February 18, 2016

Review: Assassin's Creed Chronicles - Russia

TERLALU SULIT, TERLALU BERMASALAH

Assassin’s Creed Chronicles: Russia adalah seri ketiga sekaligus terakhir dalam serial spin-off 2,5D Assassin’s Creed 2.5D. Dan sepertinya game ini menjadi yang paling lemah di antara yang lainnya.

Walaupun sudah dipastikan tidak akan ada game serial utama Assassin’s Creed di tahun 2016, Ubisoft tidak membiarkan begitu saja waralaba inti mereka beristirahat. Bahkan dalam dua bulan pertama 2016, dan Assassin’s Creed Chronicles: Russia adalah game spin-off kedua dari serial ini yang telah dirilis sejauh ini. 


Mengingat judul-judul ini dikembangkan sebagai sebuah trilogi, tidak mengejutkan bahwa Assassin’s Creed Chronicles: Russia memiliki kemiripan dengan Assassin’s Creed Chronicles: India yang dirilis Januari 2016 dan Assassin’s Creed Chronicles: China yang dirilis tahun 2015. Hanya bedanya, kali ini skema warna dalam game ini adalah merah dan abu-abu. Seperti dua game sebelumnya, game ini adalah game 2.5D side-scrolling stealth action, yang membawa kalian ke zaman dan tempat bersejarah yang signifikan untuk karakter utamanya. Dan juga sebagaimana dua game pendahulunya, game ini menugaskan kalian untuk menyingkirkan para musuh diam-diam, sembari melengkapi puzzle dan tantangan platforming berwaktu.


Kalian mesti menyelesaikan tugas-tugas ini dalam masa pasca revolusi Russia, sekitar tahun 1918 dengan mengendalikan dua karakter utama yang berbeda. Salah satunya adalah One is assassin Nikolai Orelov, yang memiliki misi terakhir untuk diselesaikan agar dia dan keluarganya bisa meninggalkan Order of Assassins dan memulai kehidupan baru. Dan karakter utama kedua adalah Anastasia Nikolaevna, dikenal sebagai Grand Duchess of Russia selama revolusi Oktober, dan menjadikannya lebih terkenal dengan rumor yang berkembang di sekitarnya mengenai kemungkinan dia bertahan dari pembantaian brutal keluarganya.

Jelas sudah diamini para sejarawan bahwa Anastasia tewas bersama-sama keluarganya, tapi tampaknya waralaba Assassin’s Creed tidak terlalu mempermasalahkan dengan detail sejarah yang ada di masa lalu. Anastasia sejauh ini adalah karakter yang paling menarik, dan dengan beberapa pengecualian, dia adalah satu-satunya figur sejarah penting dalam game, jadi penyimpangan fakta sejarah yang ada masih bisa dimaafkan.

Anastasia dan Orelov memiliki kemampuan dasar yang sama, walaupun Anastasia memiliki keunggulan karena bisa menggunakan kemampuan khusus Helix. Bagi kalian yang memainkan game-game sebelumnya dalam serial Chronicles pastinya familiar dengan kekuatan-kekuatan ini, yang memungkinkan Anastasia melakukan hal-hal seperti berlari kencang dari satu tempat berlindung ke tempat berlindung lainnya tanpa khawatir terlihat oleh musuh.

Orelov, walaupun tidak memiliki kekuatan spesial Helix, dia memiliki lebih banyak gadget yang bisa digunakannya menjatuhkan musuh-musuh. Peralatan ini meliputi bom-bom asap, grappling hook, dan sniper rifle. Sniper rifle adalah senjata khas Orelov dan sangat berguna untuk membunuh musuh-musuh yang berada jauh untuk menghindari pertarungan jarak dekat yang sebagaimana dua game sebelumnya, terasa kikuk. 


Tentunya kehadiran sniper rifle Orelov ini merupakan penambahan menarik dalam serial ini. Pada beberapa titik, perspektif akan berganti menjadi sudut pandang first-person, di mana kalian membidik sniper rifle untuk menjatuhkan musuh-musuh yang berada jauh. Walaupun mungkin tidak terasa begitu menantang, namun gameplay sniper ini merupakan sebuah kontra yang bagus untuk game side-scrolling action.

Walaupun game ini mematahkan gameplay yang monoton, penting untuk menjadi perhatian yaitu bagian stealth. Assassin’s Creed Chronicles: Russia bekerja baik ketika kalian menggunakan kemampuan-kemampuan karakternya untuk melewati area-area yang ada. Tapi ada begitu banyak bagian yang membutuhkan trial-and error. Tidak ada sensasi kreativitas dan juga tidak ada ruang untuk bereksperimen. 


Game ini juga bermasalah dalam hal tantangan-tantangan platforming berwaktu, yang membutuhkan sejumlah presisi dan kesempurnaan kontrol dari pemain yang terasa absurd. Sekali lagi, tidak ada sensasi kendali pemain pada bagian-bagian ini, hanya sekadar perulangan. Kenyataannya, pada beberapa tantangan berikutnya mungkin akan terasa memusingkan yang akan membuat kalian berhenti memainkan game ini dan tidak pernah memainkannya lagi.

Game ini memiliki fitur mode New Game Plus dan versi kedua New Game Plus dengan tingkat kesulitan yang menjadi semakin sulit, tapi sulit rasanya membayangkan siapapun yang memainkannya akan kembali memainkan level-level yang memusingkan tersebut. Disamping Besides achievements dand trophies, satu-satunya alasan untuk memainkan New Game Plus adalah untuk upgrade penuh Anastasia dan Orelov, yang mana sebenarnya tidak terlalu penting. 

~~DATA GAME~~
JUDUL: Assassins's Creed Chronicles - Russia
DEVELOPER: Climax Studios
PUBLISHER: Ubisoft
PLATFORM: Windows, Xbox One, PS4, PSVita
RILIS: 9 Februari 2016
GENRE: Action-Adventure, Platform, Stealth
MODE: Single-player
CumaGamer Score: 5 dari skala 10.

Bila dibandingkan dengan Assassin’s Creed Chronicles: India, serial ini menunjukkan adanya peningkatan. Namun beberapa masalah dalam Assassin’s Creed Chronicles: Russia rasanya terlalu sulit untuk diabaikan. Pertarungan tangan kosong yang terasa aneh, ditambah tantangan-tantangan platforming berwaktu yang begitu sulit dan juga bagian-bagian stealth yang didesain dengan buruk. Semua elemen ini menjadikannya cukup sulit untuk merekomendasikan Assassin’s Creed Chronicles: Russia, bahkan untuk para penggemar berat waralaba ini. Seri terakhir dalam Assassin’s Creed Chronicles ini sendiri sudah bisa dimainkan di PC, PlayStation 4, PlayStation Vita, dan Xbox One. (cg)

Sumber: GameRant

No comments:

Post a Comment

Designed By