Berita Terkini

CumaGamer.com

Terbaru

Berita

Artikel

Unik

Daftar Terbaik

Game Terfavorit

Sunday, February 21, 2016

Ada Museum Video Game Retro di Bandung

foto-foto: Ayyub Mustofa (TIA)
CumaGamer.com punya kabar gembira nih buat sahabat gamer penggenar game-game retro alias game jadul. Kabarnya, ada satu tempat di Bandung yang cocok banget nih buat tempat nongkrong para gamer retro. Mau tahu selengkapnya? Simak informasinya disarikan CumaGamer.com dari Tech in Asia ID berikut ini.
Sahabat gamer penggemar game retro sekarang tidak perlu lagi membayangkan surga game-game jadul sebagaimana yang banyak ditemui di luar negeri. Karena di Indonesia pun ada lho tempat untuk memuaskan dahaga kalian mengenai game-game yang kini sudah jarang ditemui di pasaran tersebut. Namanya Doki Doki Station Game Counter yang berlokasi di Kota Kembang, Bandung, Jawa Barat.


Doki Doki Station Game Counter berawal dari sebuah toko online yang dimulai tahun 1999. Tempat ini merupakan sebuah toko sekaligus museum yang menyimpan banyak sekali pernak-pernik video game retro. Beragam jenis video game dan konsol video game lawas bisa kalian temukan di sini. Termasuk benda-benda yang mungkin belum pernah kalian ketahui sebelumnya PC Engine DUO dan Panasonic GameCube.

Ada beberapa arcade cabinet alias ding dong yang bisa kalian gunakan untuk mencicipi aneka rupa game arcade populer di masanya. Jadi jangan heran bila ketika kalian masuk ke tempat ini, kalian bakal merasa kembali ke masa lalu di era 80-an dan 90-an. Di sini kalian bisa melihat dan menyentuh benda-benda bersejarah dari dunia video game secara langsung!


Dalam wawancaranya dengan Tech in Asia ID, Aditya Rai selaku pemilik tempat yang tergolong langka ini mengisahkan sejarah berdirinya Doki Doki Station Game Counter. Katanya, awalnya Doki Doki Station bergerak sebagai toko online yang bukan hanya menjual video game, melainkan juga menjual beraneka barang berbau Jepang. Proses penjualannya yaitu selama barang yang dijual tersedia di Jepang, pihaknya bisa melakukan follow-up. 

“Sistemnya by order, jadi kalau ada pesanan barulah kita order ke orang Jepang,” kata Aditya Rai.

Seiring berjalannya waktu, usaha Aditya pun terus berkembang. Dia pun mulai berpikir bagaimana caranya agar ada tempat bagi orang-orang yang ingin berinteraksi dengan Doki Doki Station. Sehingga bila ada yang ingin ber konsultasi mengenai barang-barang Jejepangan bisa datang langsung ke tempat itu. 

“Kebetulan saya sendiri penggemar game. Jadi untuk meramaikan counter ini pada awalnya dulu saya taruh semua koleksi game saya di sini,” sebutnya.

Meskipun semua video game yang dipajang di Doki Doki Station Game Counter adalah koleksi pribadinya, namun Aditya menyebut ada beberapa di antaranya yang bisa dibeli bila ada yang berminat. Bilapun koleksinya dibeli, maka dia akan mencarinya kembali di Jepang untuk koleksi pribadi. Akan tetapi bila barang tersebut sudah tidak tersedia lagi di Jepang, Aditya enggan melepasnya.


Lebih lanjut dijelaskan, dalam menerima pemesanan Aditya memberikan alternatif. Yaitu bisa membeli langsung barang yang ada di counter dengan harga sedikit lebih mahal, atau order ke Jepang terlebih dulu dengan harga sedikit lebih murah. Untuk opsi terakhir, mesti menunggu rentang waktu dua pekan.

Selain video game, Doki Doki Station juga menjual berbagai barang koleksi khas Jepang dalam bentuk media lainnya.. Di antaranya manga, anime, idol, dan juga mainan. “Kebetulan hobi saya lebih banyak ke game, jadi lebih banyak game terlihat di sini,” ujarnya lelaki berambut panjang ini.

Aditya berharap usahanya ini bisa menjadi tempat berkumpul bagi berbagai komunitas yang berhubungan dengan budaya pop Jepang. Akan tetapi dikarenakan video game menjadi menu utamanya, sehingga Doki Doki Station lebih banytak disatroni komunitas-komunitas video game.

Meski begitu komunitas pertama yang berkumpul di Doki Doki Station adalah komunitas Gundam dan Crush Gear yang masih masih rutin berkumpul sampai sekarang. Selain itu ada juga Beatmania dan game rhythm lainnya dari Konami seperti Guitar Freaks dan DrumMania yang rutin mengadakan pertemuan di Doki Doki Station Game Counter.

“Mereka suka di sini karena library game yang saya punya bisa dibilang lengkap. Mereka bisa coba-coba bermacam-macam game, dan banyak juga yang baru tahu bahwa suatu game itu ada setelah datang ke sini,” jelas Aditya.


Doki Doki Station Game Counter sendiri kata Aditya awalnya merupakan penjabaran keinginannya, di mana dia ingin gamer zaman sekarang mengetahui sejarah perjalanan video game dari dulu sampai saat ini. Sehingga para gamer bisa melihat kembali video game yang tampilannya masih dot pixel dan mengetahui bagaimana rasanya memainkan game dot pixel yang terbilang sulit tapi lebih memuaskan dibandingkan video game zaman sekarang.

Lantas, apa harapan ke depannya untuk Doki Doki Station Game Counter? Aditya menjawab, ke depan dia berencana membuat lebih banyak event. Di antaranya seperti gathering, atau acara toys dan video game untuk mengumpulkan komunitas-komunitas yang ada di Indonesia. Sehingga para gamer bisa saling mengenal dan mengetahui bahwa di Indonesia ada bermacam-macam komunitas video game.

“Saya merasa komunitas game di Indonesia itu sangat banyak, tapi terpisah-pisah dan jarang ada yang tahu. Dengan adanya Doki Doki Station Game Counter ini diharapkan komunitas yang tercerai-berai bisa berkumpul dan saling mengenal,” urai Aditya. “Jadi anggaplah Doki Doki Station sebagai jembatan untuk orang yang ahli main suatu game dan ingin masuk komunitasnya, tapi tidak tahu harus dari mana. Nanti Doki Doki Station bisa merekomendasikan komunitas yang sering berkumpul di sini,” tambahnya.

Bagaimana sahabat gamer? Kalian berminat untuk mengunjungi Doki Doki Station Game Counter dan melihat-lihat koleksi langkanya? Langsung saja datang saja langsung ke alamatnya di Jalan Cigadung Raya Barat Nomor 3 Bandung. (cg)

Sumber: Tech in Asia ID

No comments:

Post a Comment

Designed By