Berita Terkini

CumaGamer.com

Terbaru

Berita

Artikel

Unik

Daftar Terbaik

Game Terfavorit

Saturday, January 16, 2016

Satoru Iwata Bantu Bawa Pokemon ke Amerika

Satoru Iwata
Tsunekazu Ishihara, CEO The Pokemon Company mengungkap bahwa mantan presiden Nintendo, Almarhum Satoru Iwata memiliki peran penting dalam pelokalan game Pokemon Red and Blue ke wilayah Amerika Utara. Bagaimana ceritanya? Berikut CumaGamer.com hadirkan kisahnya.

Selama kariernya dengan Nintendo, Almarhum Satoru Iwata memegang peran penting dalam kesuksesan perusahaan ini. Menjabat president raksasa video game ini sejak tahun 2002, Iwata mengawal perilisan dua konsol fenomenal Nintendo di generasi ke-7, Nintendo DS dan Wii. Dua konsol ini diklaim membawa video game pada audiens yang benar-benar baru dan belum tersentuh sebelumnya. Namun pengaruh Iwata sebenarnya telah terasa jauh sebelum dia menjabat sebagai presiden. Yang baru-baru ini terungkap, rupanya Iwata berperan penting dalam membawa waralaba Pokemon ke dunia barat. 
 
 
Dalam sebuah wawancara terbaru dengan 4Gamer, yang diterjemahkan oleh Siliconera, president dan CEO The Pokemon Company Tsunekazu Ishihara menjelaskan, peran penting Iwata dalam mengatur lokalisasi game-game Pokemon original. Menurut Ishihara, GameFreak selaku developer Pokemon sudah siap membuat sekuel Pokemon Red and Green di Jepang, tanpa sama sekali berniat membawa game-game ini ke Amerika Utara.

“Pengembangan untuk membawa dua game ini ke seluruh dunia awalnya hanyalah sebuah mimpi di dalam mimpi, hingga kemudian Pak Iwata yang saat itu presiden HAL Laboratory ikut terlibat,” kata Ishihara.
 
Dirilisnya Pokemon Red & Blue tak terlepas peran Satoru Iwata.
Berikutnya, Game Freak mendapat tekanan dari presiden Nintendo saat itu, Hiroshi Yamauchi, untuk membawa game-game ini ke dunia barat. Kekurangan sumber daya untuk proyek game baru dan juga pelokalan game-game Pokemon, tampaknya developer bakal bekerja sangat keras. Saat itulah Iwata dengan senang membantu pelokalan dua game pertama Pokemon ini. Dia secara personal mengerjakan source code untuk Red and Green dan memetakan bagaimana caranya membuat versi luar negeri dari kedua game ini.

Pelokalan dua game ini ke dalam bahasa Inggris melibatkan profesionalisme dan determinasi dari Iwata. Keterlibatan personal dalam proses penerjemahannya lantas menjadi jauh lebih intensif dari yang bisa diharapkan dari seorang eksekutif, khususnya bagi Iwata yang tidak memiliki keterlibatan pada awal pengembangan game ini. Meski begitu, Iwata meyakinkan Pokemon bisa dirilis di Amerika Utara, dengan Pokemon Red and Blue akhirnya sampai di wilayah barat pada September 1998.

Iwata memiliki dedikasi tanpa akhir pada industri video game, dan meninggalnya Iwata di bulan Juli 2015 merupakan sebuah hal yang sangat mengejutkan bagi dunia video game. Segera saja banyak pesan bernada penghormatan dan terima kasih dirilis dari berbagai perusahaan video game besar di dunia untuk Almarhum Iwata. Ribuan orang menghadiri pemakamannya, dan president Nintendo ini juga mendapatkan sebuah penghargaan yang menyentuh dari kreator Super Smash Bros., Masahiro Sakurai.

Pokemon sendiri telah menjadi salah satu waralaba terkuat yang dimiliki Nintendo. Serial game ini memang telah berkembang menjadi beragam bentuk lainnya di luar video game, termasuk di dalamnya investasi US$30 juta dalam pengembangan Pokemon GO. Namun versi pertamanya, Red & Blue masih disebut memiliki peran besar dalam budaya pop video game. Faktanya, Nintendo mengungkap bahwa game-game pertama dalam serial ini akan dirilis untuk konsol Nintendo 3DS. Tanpa keterlibatan Iwata pada babak krusial ini, tentu kita bertanya-tanya apakah Pokemon bisa menghasilkan dampak sebesar ini. (cg)

Sumber: 4Gamer, Siliconera

No comments:

Post a Comment

Designed By