Berita Terkini

CumaGamer.com

Terbaru

Berita

Artikel

Unik

Daftar Terbaik

Game Terfavorit

Sunday, January 10, 2016

Pembajakan Game Berakhir dalam Dua Tahun?

ilustrasi
Pendiri forum crack video game kenamaan Tiongkok membuat sebuah pernyataan yang mengejutkan. Katanya, pembajakan media video game akan bisa berakhir dalam kurun waktu dua tahun ke depan. Benarkah? Berikut beritanya dirangkum CumaGamer.com.

Berdasarkan posting blog terkini dari kreator forum cracking Tiongkok 3DM, teknologi perlindungan kopian game bisa melenyapkan pembajakan video game dalam waktu paling tidak dua tahun ke depan. Menggunakan nama “Bird Sister” alias Phoenix, pendiri 3DM menyimpulkan hal ini terkait sulitnya membuat crack untuk game buatan Avalanche Studios, Just Cause 3.


Bagi yang belum tahu, Just Cause 3 dilindungi oleh sebuah program yang dikembangkan oleh Denuvo Software Solutions GmbH, yang didesain untuk melindungi solusi DRM yang sudah ada sebelumnya sebagaimana sistem manajemen lisensi yang ada di Origin dan Steam. Sebagaimana yang diklaim “Bird Sister”, kode Denuvo ini sulit untuk di-crack. Akan tetapi dia yakin hal itu bisa dilakukan. Meski, pendiri 3DM founder ini juga berpikir bahwa bila software pelindung ini semakin dikembangkan, bisa jadi merupakan ‘game over’ atau akhir bagi pembajakan video game. 

Just Cause 3 dilindungi proteksi yang terbilang tangguh bagi para pembajak.
“Akhir-akhir ini banyak orang menanyakan perihal crack untuk Just Cause 3, jadi inilah jawaban terfokus untuk pertanyaan tersebut. Stage terakgir terlalu sulit dan Jun (seorang game cracker) hampir menyerah. Tapi Rabu kemarin saya menyemangatinya untuk terus melanjutkan usahanya,” tulis Bird Sister.

“Saya masih yakin bahwa game ini bisa diakali. Tapi melihat pada tren terkini dalam pengembangan teknologi enkripsi, dalam dua tahun ke depan saya khawatir tidak akan ada game gratisan yang bisa dimainkan di dunia,” sambungnya.

Peristiwa ini sendiri bukan pertama kalinya software Denuvo terbukti efektif dalam mencegah pembajakan video game. Sebelumnya, 3DM membutughkan waktu hampir satu bulan lamanya untuk bisa menyalin game buatan Electronic Arts, Dragon Age: Inquisition tahun 2014. Di samping fakta para cracker game mampu menembus proteksi tersebut, Denuvo melanjutkan pengembangan software mereka, menciptakan periode proteksi yang lebih lama untuk game-game seperti FIFA ’16, yang hingga kini belum bisa dibajak.

Beberapa perusahaan game mengapresiasi penggunaan DRM, di mana Ubisoft menyakininya sebagai hal vital bagi bisnis PC. Namun developer seperti CD Projekt Red misalnya, mengkritisi metode ini. Head of marketing and PR studio ini, Michal Platkow-Gilewski, mengatakan bahwa metode ini rapuh dan DRM sebenarnya menyebabkan adanya pembajakan.

Meskipun teknologi proteksi copy untuk video game seperti Denuvo tidak diragukan lagi akan menjadi sebagai kompleks seiring berjalannya waktu, cukup aman untuk menyimpulkan bahwa pembajakan tampaknya akan terus terjadi. Dalam kasus ini, di mana ada keinginan, pasti ada jalan. Beberapa pihak mungkin akan berdebat bahwa ada cara mengkhiri pembajakan video game, tapi strategi-strategi tersebut mungkin tidak akan berfungsi dalam waktu yang lama.

Bagaimana menurut sahabat gamer? Apakah mungkin pembajakan video game akan segera berakhir di masa depan? Apa kalian percaya semakin kompleksnya teknologi enkripsi akan mencegah para cracker membajak game? Atau para pembajak akan selalu bisa menemukan cara membajak video game? Kita saksikan saja. (cg)

Sumber: 3DM

No comments:

Post a Comment

Designed By