Berita Terkini

CumaGamer.com

Terbaru

Berita

Artikel

Unik

Daftar Terbaik

Game Terfavorit

Wednesday, January 20, 2016

Iran Bebaskan Desainer Game Amerika Serikat

Hekmati
Amir Mirza Hekmati akhirnya bisa menghirup udara bebas dan terselamatkan dari hukuman mati. Desainer game kelahiran Amerika Serikat ini telah dibebaskan dari Iran, setelah berada dalam tahanan selama empat tahun lamanya. Berikut kisahnya dirangkum CumaGamer.com.

Hekmati, yang sebelumnya divonis hukuman mati setelah didakwa melakukan aksi mata-mata di Iran dan membuat game-game propaganda untuk C.I.A., akhirnya dibebaskan. Pembebasan ini merupakan bagian dari pertukaran tahanan antara Iran dengan Amerika Serikat. Selain Hekmati, turut dibebaskan dalam pertukaran tahanan ini yaitu koresponden Washington Post Jason Rezaian, pendeta nasrani Saeed Abedini, dan Nosratollah Khosravi-Roodsari.


Berdasarkan laporan NBC, Hekmati yang divonis hukuman mati pada 2012 silam, meninggalkan Iran pada hari Minggu, 17 Januari 2016. Pesawatnya yang juga membawa Rezaian dan Abedini, mendarat di Jenewa, Swiss, sebelum menuju ke Jerman. Wakil khusus U.S. State Department Brett McGurk memastikan bahwa ketiganya telah meninggalkan Iran dengan aman melalui akun Twitter.

"Sulit untuk mengungkapkan apa yang dirasakan keluarga kami saat ini. Tapi kami masih berharap Amir segera kembali dalam pelukan kami. Sebagaimana diketahui, ayah Amir sangat sakit dan segera dia akan merangkul kembali putranya," kata keluarga Hekmati melalui Facebook.

"Kami sangat bersyukur mendengar berita hari ini. Kami berterima kasih pada pemerintah kami, dan kami berterima kasih kepada kalian semua yang telah ikut mendoakan kami sejak Amir diambil dari kami tahun 2011," tambah mereka.

Kuma War, game buatan Hekmati yang kontroversial.
Setelah berhenti dari Marinir Amerika Serikat, Hekmati bekerja di Kuma Reality Games, studio dibalik game first-person shooter KumaWar. KumaWar menampilkan episode-episode di mana para pemainnya membunuh figur-figur militan Islamis, dan memimpin serangan Amerika Serikat ke Iran dalam rangka menghentikan program senjata nuklir.

Developer yang berbasis di kota New York ini sebelumnya menerima kontrak kerja dari pemerintah Amerika Serikat untuk mengembangkan software pelatihan bagi aplikasi-aplikasi militer, meliputi "Second Language Training," program pelatihan penyimpanan bahasa yang diprakarsai Departemen Pertahanan Amerika Serikat. White House melaporkan, ketika ditangkap desainer game blasteran Iran-Amerika ini tengah berada di Iran mengunjungi neneknya. (cg)

Sumber: Gama Sutra

No comments:

Post a Comment

Designed By