Berita Terkini

CumaGamer.com

Terbaru

Berita

Artikel

Unik

Daftar Terbaik

Game Terfavorit

Tuesday, January 12, 2016

Ditolak Ikuti Tes Video Game Gara-Gara Nama

Sesuatu yang unik terjadi pada event tes beta game MOBA terbaru dari Epic Games, Paragon. Seorang gamer yang ingin mengikuti tes game ini ditolak hanya gara-gara nama. Bagaimana bisa? Berikut beritanya dirangkum CumaGamer.com.

Muhammad Zakir Khan tidak pernah menyangka dia akan ditolak mengikuti program tes game terbaru hanya karena namanya yang bernapaskan Islam. Saat mendaftar tes versi beta dari game Paragon, dia ditolak oleh sistem yang ada di website Paragon. 


Form penolakan nama Zakir.
Situs tersebut menyebut dia ditolak karena nama yang digunakannya masuk dalam daftar hitam yang dibuat Pemerintah Amerika Serikat. Yaitu, daftar yang memuat nama-nama yang berpotensi melakukan tindakan kejahatan dan mengancam misalnya terorisme. Menyadari hal tersebut, Khan yang merupakan warga negara Amerika Serikat terkejut saat mengetahui namanya diblokir. Dia mengira dirinya sedang terkena aksi peretasan.

"Mungkin ada yang meretas akun saya. Tapi setelah saya mencobanya kembali, tetap muncul pesan yang sama,” kata lelaki yang bekerja sebagai asisten profesor di Florida's Brewed College tersebut.

Hal ini rupanya membuat Khan kesal dan merasa telah terjadi diskriminasi. Dia lantas berkicau di akun Twitternya @Muzzakh, dengan mention ke Epic Games. Dia menulis "My name is Khan. Im not terroris”. Yang artinya “Nama Saya Khan, saya bukan seorang teroris”. Kalimat ini sebelumnya populer lewat film India yang dibintangi Shahrukh Khan berjudul My Name is Khan. Di akhir kicauannya, Khan menyelipkan tagar #Islamophobia. 

Kicauan Zakir Khan.

Kata dia, penolakan seperti ini belum pernah terjadi saat dia ingin mengikuti tes beta. Dia pernah melakukan registrasi di situs Blizzard, Steam, Origin, dan tak ada satu pun yang menolaknya.

Kicauan Khan di Twitter rupanya langsung ditanggapi, Tim Sweeney, co-founder Epic Games. Sweeney membalas kicauan Khan dengan pernyataan meminta maaf. Kata dia, apa yang terjadi pada Khan bukanlah sebuah kesengajaan. Apa yang terjadi pada Khan terkait kebijakan Pemerintah Amerika Serikat. Sweeney dan tim Epic Games pun langsung bereaksi dan memperbaiki kesalahan tersebut.

Wah, repot juga ya sahabat gamer? Semoga hal ini tak berulang terjadi dan tidak ada diskriminasi dalam bermain video game. Semangat ya Khan! (cg)

Sumber: Kotaku

No comments:

Post a Comment

Designed By