Berita Terkini

CumaGamer.com

Terbaru

Berita

Artikel

Unik

Daftar Terbaik

Game Terfavorit

Sunday, December 13, 2015

Review: Just Cause 3

AKSI, LEDAKAN, DAN BUG! 
Just Cause 3 mungkin memiliki kelemahan-kelemahan mulai dari bugs dan layar loading yang terbilang lama, tapi game ini masih tetap menawarkan pengalaman aksi tingkat atas yang lebih menyenangkan dan menantang dibandingkan judul-judul blockbuster musim panas tahun-tahun terakhir.

Setiap musim panas selalu ada film aksi yang tidak benar-benar bagus, tapi para penonton tetap saja merasa belum cukup. Ada perbandingan antara pertunjukan dan skala blockbuster yang memungkinkan untuk melupakan kesalahan-kesalahan dan hal-hal klise yang bakal menghancurkan film-film normal. Lebih seperti terinspirasi dari film-filmnya Michael Bay, Just Cause 3 mengantarkan sebuah pengalaman gameplay yang terkadang terasa berantakan, tapi terselamatkan berkat dedikasi luar biasa terhadap kekacauan, ledakan-ledakan, dan aksi super heroik.


Bagi kalian yang tifak familiar dengan waralaba action-adventure ini, Just Cause 3 membawa kembali para pemainnya mengendalikan sang protagonis Rico Rodriguez. Game bermula dengan pahlawan haus aksi penuh adrenalin ini tiba di kampung halamannya, di republik fiksi bernama Republic of Medici. Setelah menembak beberapa markas musuh dan melompat keluar dari pesawat, Rico memulai petualangannya membantu pasukan pemberontak dan membebaskan rakyatnya dari kepemimpinan Sebastiano Di Ravello yang militer dan diktator. Banyak warga sipil terlibat dalam aksi baku tembak selama pertempuran, tapi Just Cause 3 bukan benar-benar sebuah game yang memfokuskan permainannya dengan sesuatu yang seserius kerusakan berantai.


Aksi third person action mengantarkan jalinan kisahnya, yang dengan cepat menjadi sangat tidak penting. Segera saja kalian bakal mengerti bahwa karakter kalian tengah bepergian dari kota ke kota untuk membersihkan para penjahat dengan membuat segalanya meledak, plotnya pun mulai berpindah ke porsi aksi. Narasi gamenya benar-benar bisa menghasilkan tawa di sana-sini, dengan gaya sebagaimana film-film aksi. Tapi secara umum, ceritanya bukanlah fitur terkuat dari game ini.

Aksi kreatif dari game ini di satu sisi menghasilkan motivasi untuk menghabiskan berjam-jam permainan di Republic of Medici. Game ini menawarkan perangkat aksi petualangan standar seperti persenjataan penuh, kendaraan-kendaraan untuk dinaiki, ladang ranjau, dan lingkungan-lingkungan yang bisa dihancurkan. Semua itu merupakan pondasi yang bagus, akan tetapi perangkat kepahlawanan yang lebih kreatif menjadikan Just Cause 3 berbeda dari game-game sejenisnya. Parasut, kostum hang gliding, dan grappling hook yang kekinian memberikan kalian kebebasan luar biasa dalam bepergian dan menghancurkan dengan cara yang sangat unik dan kreatif.


Ketika kalian sudah melengkapi tutorial singkatnya dan memasuki alam sandbox-nya, satu-satunya keterbatasan yang ada adalah bagaimana melengkapi berbagai objektif. Ketika barisan truk musuh atau helikopter bergerak ke lokasi pemain, cukup mudah untuk dihadapi dan dihindari dengan duel pistol gaya klasik, mengait ke puncak bangunan dan menggunakan rocket launcher untuk menyingkirkan semuanya hanya dalam sekali tembakan, atau menjadi benar-benar gila dengan mengait ke kendaraan musuh dan membajaknya. Bila kalian belum mencoba melompat dari bukti dan hang-gliding sampai mendarat di sudut yang tepat untuk mengaitkan grappling hook kalian pada helikopter yang sedang bergerak, maka kalian akan kelewatan aksi serunya.

Game ini mungkin terasa membingungkan untuk beberapa pemain, tapi mekanik gliding, flying, dan grappling di Just Cause 3 nyatanya sangat sulit untuk dikuasai. Hal ini merupakan kekuatan sekaligus kelemahan dalam game ini, tergantung bagaimana gaya permainan dan kesabaran dari masing-masing pemain. Tutorial pendeknya memberikan kalian jalur minim tabrakan dalam persenjataan Rico, tapi butuh berjam-jam gemaplay hingga kalian merasa cukup percaya diri untuk menggunakan semua kemampuan baru dengan mudah. Bila kalian mau menghabiskan lebih banyak waktu mempelajari mekanik-mekanijnya ini, kalian bisa dengan mudah melayang membumbung tinggi berkeliling pulau dan berayun di antara bangunan-bangunan yang ada layaknya para pahlawan super ketimbang bintang film aksi.


Sebagai tambahan dalam penggunakan grappling hook untuk perjalanan cepat melintasi peta, kalian juga bisa menggunakan kemampuan tambatan teknologi tinggi yang bisa digunakan untuk penghancuran. Kalian memiliki kemampuan untuk menambatkan dua item bersamaan kemudian melontarkannya satu sama lain. Melontarkan satu drum bensin ke dalam tangki minyak bakal menghasilkan ledakan besar tapi bukan itu saja, kemampuan ini juga bakal membuka jendela untuk lebih banyak cara kreatif dalam meledakkan bangunan-bangunan yang menjadi target kalian atau menyingkirkan para prajurit yang loyal terhadap diktator
.
Sandbox open world dalam game ini menawarkan banyak kebebasan untuk dijelajahi dan dalam menikmati dunia yang penuh kekacauan. Mode story bakal membawa segalanya kembali ke jalur yang tepat dan ini mungkin akan sedikit mengganggu para pemain yang menikmati kebebasan yang ditawarkan game ini setiap gilirannya. Banyak quest dalam mode story yang terasa membosankan dan butuh menghabisi banyak unit musuh atau melindungi pasukan pemberontak lainnya. Walaupun hal ini mungkin terasa mengganggu, namun tidak benar-benar mengurangi keasyikan permainannya.


Misi-misi dalam game ini terasa sedikit diulang-ulang, tapi tantangan-tantangan yang muncul di sekitar peta akan membuat semuanya terasa fresh dan menawarkan banyak motivasi untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan game ini. Di sinilah kelemahannya. Jauh sebelum kalian mulai merasa bosan, kalian akan mulai berhadapan dengan bug, glitch, dan layar loading yang sangat panjang. Memang sih kalian mungkin tidak akan menemukan bug di ending game atau kehilangan file save kalian, akan tetapi jelas ada beberapa masalah yang tampak pada sepekan pertama perilisan game ini. Diharapkan aka ada patch untuk menyelesaikan isu-isu ini, karena benar-benar terasa menyebalkan bagi para gamer ketimbang terasa menyenangkan bila kelemahan ini tetap berlanjut.

~~DATA GAME~~
JUDUL: Just Cause 3
DEVELOPER: Avalanche Studios
PUBLISHER: Square Enix
PLATFORM: Windows, PS4, Xbox One
RILIS: 1 Desember 2015
GENRE: Action Adventure
MODE: Single-player

CumaGamer Score: 7 dari skala 10.
 


Walaupun game ini tidak mencoba mendefinisikan ulang genre third-person action genre, Just Cause 3 melakukan kerja bagus dalam tetap mempertahankan kesegarakn game jenis ini dan mengantarkan beberapa ledakan yang sangat menarik yang belum pernah dilihat sebelumnya dalam sebuah video game. Suara dari setiap senjata dan ledakan sangat menakjubkan dan sangat sulit untuk tidak memainkan game ini dengan surround sound menyala dan volume disetel terlalu keras. (cg)

Sumber: GameRant

No comments:

Post a Comment

Designed By