Berita Terkini

CumaGamer.com

Terbaru

Berita

Artikel

Unik

Daftar Terbaik

Game Terfavorit

Wednesday, November 18, 2015

Review: Rise of the Tomb Raider

LEBIH BANYAK MAKAMNYA.

Seri terbaru dari waralaba Tomb Raider belum bisa disebut yang terbaik, dengan banyaknya rangkaian aksi yang menantang. Bisa dibilang, replayability mungkin menjadi salah satu faktornya.

Setelah dipastikan Rise of the Tomb Raider bakal menjadi game eksklusif untuk Xbox One, banyak yang menjadi bingung dengan informasi ini. Waktu berjalan cukup cepat, hingga kini di 2015 petualangan terbaru Lara Croft sudah hadir, dan mudah saja menyebutnya sebagai salah satu game terbaik yang hadir baik di Xbox One dan Xbox 360 tahun ini. Dengan aksi kelas tinggi dan beragam barang untuk dikumpulkan, semuanya begitu padat menyatu ke dalam game. Meski begitu, tidak cukup banyak yang ditawarkan judul ini, dengan jalinan ceritanya yang telah disusun sedemikian rupa. 

  


Saat memulai permainan, kalian bakal menemui gameplay yang memadukan kualitas sinema dengan permainan aktual. Bagi mereka yang pernah memainkan versi reboot Tomb Raider yang rilis 2013 lalu, pasti akan langsung merasa familiar dengan lingkungan permainannya, dan sekali lagi bakal bisa mengeksekusi permainannya, menangkap intensitas situasi terkini Lara, kapanpun game ini dimainkan. Diluar dari area yang berciri khas aksi, ada begitu banyak segmen third-person yang terisi dengan penjelajahan, teka-teki, dan barisan makam untuk dirampok. Di sinilah di mana Rise of the Tomb Raider benar-benar mulai bersinar.

Berlatar daratan yang begitu luas di mana kalian bisa berlari melintasinya melewati area-area terbuka yang tidak memaksa Lara bergerak ke porsi berikutnya dari campaign. Segmen yang lebih besar ini terdiri dari beragam jenis kehidupan liar dan rahasia-rahasia tersembunyi, dan bisa dengan mudah menghabiskan berjam-jam waktu kalian untuk memainkannya dengan keluasan yang dimiliki. Bahkan, ada begitu banyak rintangan yang mesti dikunjungi ulang setelah sang pahlawan wanita ini mengamankan lebih banyak gear, yang menambahkan penjelajahan dan kemampuan mengunjungi kembali lokasi-lokasi yang ada di waktu-waktu berikutnya. Hal ini membuatnya lebih terasa seperti serial Zelda, hanya mungkin bedanya jauh lebih dewasa. 


Ketika minimnya makam menjadi komplain terbesar pada iterasi sebelumnya, rasanya menakjubkan bisa melihat jumlah makam yang lebih banyak tersebar di beragam lokasi yang mesti ditemukan sendiri oleh Croft. Di antara area-area ini telah menunggu sejumlah teka-teki yang mesti kalian pecahkan demi bisa mendapatkan harta karun atau kemampuan tersembunyi yang menanti kalian di akhir. Area-area ini beberapa fitur terbaik yang ada di Rise, dan membuat para penggemar bisa berjalan melintasi kegelapan dan lingkungan basah yang menjadi asal-usul nama serial ini. Cukup bisa dikatakan, game ini berkembang pesat dalam porsi-porsi ini.

Sistem lainnya yang diimplementasikan dengan baik adalah kemampuan upgrade gear yang sudah dimiliki Lara, begitu juga upgrade untuk kemampuan-kemampuannya.Dibandingkan kemampuan busur dan panah yang kini populer atau membuka kemampuan-kemampuan baru, grafis kemampuan dan sistem upgrade kembali hadir dengan sukses dari game-game di serial ini sebelumnya. Dan ya, sistem ini bekerja begitu baik dalam game ini, sebagaimana yang terjadi pada pendahulu-pendahulunya. Menemukan bagian-bagian, membuat senjata, dan membuka kemampuan-kemampuan baru memberikan penggemar sebuah alasan untuk menghabiskan waktu memanen sumber daya dan menjelajahi makam-makam. Hasilnya bakal memberikan keuntungan tiada akhir kepada mereka yang ingin menikmati permainnya di samping narasi yang mengembangkan karakter Croft. 


Rasanya tidak menyebalkan menjelajahi dunia yang terbuat dari beragam apresiasi terhadap polesan tambahan dengan tenaga ekstra yang dimiliki Xbox One. Ada satu hal yang bisa dinikmati pada beragam situasi yang dihadirkan, tapi perhatian pada detailnya bisa segera disadari dengan salju-salju bergerak di bawah kaki Lara saat dia melintasinya, atau bagaimana beragam warna bersinar menyilaukan gua yang gelap. Crystal Dynamics dan Foundation Engine miliknya bisa dibilang begitu mengesankan, dan buat mereka yang menikmati game pada platform teranyar Microsoft ini, bakal dimanjakan dengan tampilan visualisasi yang layak sebagai hasilnya.

Di sisi lain, ada beberapa hal yang mengganjal yang muncul dalam beberapa waktu. Yaitu ada beberapa glitch berbasis physic aneh yang muncul dari waktu ke waktu. Salah satu contohnya, melompat dari satu tempat yang membawa Lara pada ketinggian yang lebih baik sekitar 50 kaki ke kanan, membuatnya melompat masuk ke dalam genangan air besar yang langsung mengakhiri petualangannya. Di luar dari bug yang menyolok dan hal-hal abnormal lainnya, game ini merupakan sebuah pengalaman yang begitu halus.


Sementara, narasinya mengejutkan secara berulang-ulang, tapi eksekusinya terbilang standar. Faksi jahat Trinity sekali lagi menjadi antagonis saat mulai bergerak menemukan sumber kehidupan abadi. Karena ini adalah gairah proyek ayah Lara, meski begitu keduanya begitu cepat bertemu satu sama lain, dengan pengkhianatan dan ledakan-ledakan bergerak keluar dari klimaks ceritanya. Narasinya berjalan begitu baik berdasar pada genre penuh aksi di mana Rise of the Tomb Raider begitu hanyut di dalamnya, dan layak menyaksikannya sejak pertama kali dimulai, tapi lebih tepat melihat motivasi yang ada, memberikan nilai tambah pada Trinity.

Setelah mode campaign selesai dimainkan, para pemain memiliki kesempatan untuk memainkan mode ‘Expedition’ yang ada dalam game ini. Mode ini terisi dengan semua jenis tantangan untuk diselesaikan, menambahkan sedikit tambahan bagi para penggemarnya, tapi tidak cukup lama untuk membuat para pemainnya terikat di dalamnya. Bahkan sistem yang terinspirasi dari trading card yang sudah diimplementasikan tidak berubah terlalu banyak, meskipun mendapatkan kekuatan seperti kemampuan untuk menggunakan bom-bom ayam bisa menghasilkan selingan yang menyenangkan. 

~~DATA GAME~~
JUDUL: Rise of the Tomb Raider
DEVELOPER: Crystal Dyamics
PUBLISHER: Square Enix
PLATFORM: Windows, PS4, Xbox 360, Xbox One
RILIS: 10 November 2015
GENRE: Action-Adventure
MODE: Single-player

CumaGamer Score: 8 dari skala 10.


Bagusnya, Crystal Dynamics menempatkan semuanya bersamaan menjadi satu, menghasilkan judul-judul game aksi petualangan paling tertata di generasi ini. Bahkan nantinya, Rise of the Tomb Raider bisa menjadi game yang dimainkan dan dicintai orang-orang, diselesaikan, dan itu oke, bukan masalah. Katanya diperlukan dedikasi waktu lebih dari 30 jam permainan untuk bisa mendapatkan secara lengkap semua harta karun tersembunyi, makanan-makanan untuk bertahan hidup, koin-koin emas, dan bagian-bagian senjata, yang menjadikannya ‘letusan’ keras bagi para penggemar yang sulit mendapatkan uang. Ditambah, siapa yang tidak ingin bertarung melawan beruang? (cg)

Sumber: GameRant

No comments:

Post a Comment

Designed By