Berita Terkini

CumaGamer.com

Terbaru

Berita

Artikel

Unik

Daftar Terbaik

Game Terfavorit

Wednesday, November 18, 2015

Review: Halo 5 - Guardians

ADA YANG KURANG, TAPI LAYAK DICOBA.
Halo 5: Guardians adalah sebuah langkah maju sebenarnya untuk waralaba Halo dari Microsoft yang membuat kalian khususnya penggemar berat serial ini bakal langsung membelinya. Tapi game eksklusif Xbox One ini bukan tanpa kekurangan.

Untuk mereka yang mengikuti waralaba Halo sejak lama, penantian untuk Halo 5: Guardians terbilang lama untuk memunculkan satu judul. Setelah Microsoft pertama kali mengungkapkan gamenya dalam konferensi pers di E3 2013, banyak yang berpikir bakal memeinkannya pada suatu titik di tahun berikutnya. Selain menghadirkan Halo: The Master Chief Collection, yang menjadi kekecewaan besar sebagai hasil dari problem online yang merajalela. Tapi penantian kalian bisa jadi tidak sia-sia. 



Halo 5: Guardians terasa seperti satu lompatan besar yang pernah dilakukan waralaba ini, menjadikannya sama cepat dan dinamis seperti game-game shooter modern namun tetap mempertahankan ciri khas dan suasana yang dimilikinya. Hal ini secara garis besar disebabkan adanya pergerakan baru dari masing-masing prajurit Spartan. Berlari, peningkatan strategis, dan akses untuk semua senjata melengkapi game ini, menjadikannya terasa modern, walaupun masih menghadirkan mekanik lompatan yang berlebihan dan rentetan tembakan yang sudah diduga oleh para gamer di seluruh dunia dari serial ini.

Tentu saja di samping mekanik gameplay-nya, para penggemar dunia dalam semesta fiksi ini bakal bertanya-tanya apa yang terjadi antara Master Chief dan pendatang baru Locke pada game baru ini. Dan tentunya, Halo 5 menjawabnya dengan cuplikan-cuplikan cutscene paling indah yang pernah dilihat di Xbox One. Dengan pasukan Spartan kini menguasai lokasi pertempuran, ada banyak aksi yang bisa disaksikan, dan itu tergambarkan begitu baik dalam sekuen pembuka game ini. Di samping interaksi antara prajurit-prajurit baru, adegan pemungkas bakal membuat para gamer menggaruk-garuk kepala mereka, bukannya merasa narasinya sudah lengkap. Apalagi, sulit untuk kecewa karena gameplay dan level yang membawa pada sebuah kesimpulan, walaupun game ini terasa berat dengan misi-misi yang berhubungan dengan Locke lebih banyak bila dibandingkan misi-misi Chief. 


Ketika aksinya begitu seru dan visualisasinya begitu menawan, ketiadaan split screen atau layar terpisah pada fitur kooperatif menjadi sebuah lubang besar. Memberikan gameplay yang berfokus pada tim baru Halo 5, dengan penambahan Blue Team pimpinan Master Chief dan Fireteam Osiris pimpinan Locke, rasanya aneh bila developer 343 Industries tidak memasukkan fitur ini ke dalam game. Bagi kalian yang berencana berpesta game dengan teman-teman online, keputusan ini tidaklah mengganggu. Tapi keputusan ini berdampak bagi para gamer yang ingin merasakan aksi di kursi yang sama. Bahkan, akan jauh lebih mudah untuk menikmati produk finalnya dengan beberapa teman, daripada dengan kawan-kawan yang dikendalikan komputer/AI.

Untuk suatu alasan, prajurit-prajurit Spartan lainnya yang menemani setiap pemimpin tak terlalu pandai, bila boleh jujur. Dari waktu ke waktu rekan-rekan yang sepenuhnya dikontrol komputer bakal melindungi diri tanpa ada efektifitas atau bahkan terus-menerus mengisi tenaga dalam situasi tanpa harapan untuk membangkitkan anggota tim yang sudah gugur. Sisi terangnya, karakter-karakternya bisa membangkitkan kalian bila dan ketika kalian tertembak, memberikan penyelamatan saat bermain dalam tingkat kesulitan yang lebih tinggi. 


Saat campaign menawarkan sesuatu yang bisa diharapkan, komponen online dalam game ini bekerja jauh lebih baik dibandingkan yang ada di Master Chief Collection. Dalam fitur online multiplayer game ini, kalian akan diberikan kesempatan untuk bermain dalam beragam tipe permainan yang berbeda, masing-masing dikategorikan dalam dua mode inti: Arena dan Warzone. Mode pertama menawarkan tipe pertempuran asli khas Halo, Arena, sedangkan Warzone merupakan suatu pilihan kekinian yang bisa dinikmati para penggemar serial ini.

Arena dipenuhi dengan beragam permainan klasik seperti Capture the Flag, SWAT, dan Team Slayer. Tapi ada juga mode-mode baru, di antaranya Breakout dan Strongholds, and keduanya bisa menambahkan sensasi kompetitif yang baru sebagai hasil dari minimnya peta-peta yang lebih luas saat game ini dirilis. Breakout menggunakan dua tim yang terdiri dari empat pemain, tanpa respawn dan bendera di tengah. Menyingkirkan tim untuk mengamankan bendera bakal menghasilkan kemenangan, dan tentu saja ini akan terasa menantang. Sedangkan Strongholds memberikan point bagi tim yang mampu bertahan dalam dua peta dari total tiga peta yang dimainkan, zona-zona serupa King of the Hill. Beberapa mode favorit penggemar masih ada yang hilang, tapi mungkin bakal dihadirkan di masa-masa mendatang, salah satunya mungkin Forge mode yang paling banyak dinantikan.


Warzone, di satu sisi, adalah mode pertempuran besar dengan total 24 pemain di dalamnya, menggunakan peta terbesar yang pernah ada di serial Halo. Medan tempurnya menghadirkan kontes berbasis objektif yang besar, yang menguji para pemainnya menghadapi lingkungan sekitar dan yang lainnya. Baik itu pemain besti mempertahankan posisinya, menghempaskan bos-bos dan lawan-lawan yang dikendalikan komputer yang muncul secara acak, atau hanya sekadar membunuh prajurit lawan. Mode ini begitu ramai dan segalanya terasa begitu menyenangkan. Melihat hal ini, fungsi-fungsi mode baru ini mungkin bakal menitikberatkan pada fitur kemasan REQ baru.

REQ Packs, singkatan untuk Requisition Packs, berfungsi menyerupai kemasan digital booster card. Masing-masing berisi banyak hal, mulai dari one-off weapon dan kartu-kartu kendaraan untuk menjadikan materi-materi unlock seperti weapon skin dan armor set menjadi permanen. Sistem ini terselubung dalam kontroversi, dengan kenyataan bahwa para pemainnya bisa membayar uang sungguhan untuk mata uang dalam permainan yang dikenal sebagai REQ Points untuk membeli kemasan-kemasan ini. Untungnya, para penggemar akan senang mengetahui bahwa masih terasa mudah untuk mendapatkan dana Halo hanya dengan memainkan gamenya, dan levelling up.

Kartu-kartu virtual ini bisa membuka item-item kosmetik untuk mengustomisasi spartan milik kalian atau hanya untuk dimasukkan dengan cara mirip seperti sistem Burn Card dalam Titanfall selama sesi-sesi permainannya, yang artinya kartu-kartu ini bakal lenyap setelah sekali pemakaian. Tapi tetap saja menarik dalam kaitan mengumpulkan item dan menambahkan elemen-elemen menyenangkan.

~~DATA GAME~~
JUDUL: Halo 5 - Guardians
DEVELOPER:343 Industries
PUBLISHER:Microsoft Studios
PLATFORM: Xbox One
RILIS: 27 Oktober 2015
GENRE: First-person shooter
MODE: Single-player, multiplayer

CumaGamer Score: 7 dari skala 10.


Halo 5: Guardians mungkin gagal menghadirkan split-screen multiplayer, tapi game ini tetaplah sebuah game yang bakal berkembang dalam bulan-bulan ke depan setelah perilisannya. Sebanyak 15 peta multiplayer gratis bakal memelopori pergerakan ini, dengan REQ Packs dan mode-mode online baru menambah daya tarik yang besar bagi para penggemar berat dan juga pendatang baru dalam serial ini. Game ini bisa jadi pilihan jelas bagi kalian yang mencari game shooter dan game bertema fiksi ilmiah, menjadikan blockbuster terbaru Microsoft ini layak untuk dicoba. (cg)

Sumber: GameRant

No comments:

Post a Comment

Designed By