Berita Terkini

CumaGamer.com

Terbaru

Berita

Artikel

Unik

Daftar Terbaik

Game Terfavorit

Saturday, November 14, 2015

Review: Fallout 4

BANYAK ALASAN KEMBALI KE WASTELAND.

Fallout 4 menawarkan sistem leveling yang diperbarui, sebuah kisah menakjubkan, dan konten tanpa akhir di Boston pasca kehancuran dunia. Grafisnya mungkin tidak cukup mutakhir bagi beberapa gamer, tapi ada banyak alasan untuk kembali lagi ke wasteland kali ini.

Setelah bertahun-tahun menunggu, para penggemar waralaba Fallout menjadi bersemengat tatkala mendengar Fallout 4 akan dirilis beberapa bulan saja setelah pengumuman resminya. Ekspektasi yang muncul pun begitu tinggi untuk game action RPG bertema apocalyptic ini. Akan tetapi, beberapa cuplikan awal gameplay game ini membuat beberapa penggemar khawatir kalau-kalau grafisnya tak sebagus game-game sejenis di tahun 2015 alias ketinggalan zaman.


Meskipun begitu, tak bisa dimungkiri walau tampilan grafis game ini berada di bawah game-game semacam Metal Gear Solid V atau Rise of the Tomb Raider, Fallout 4 menawarkan konten-konten menakjubkan yang jumlahnya lebih dari cukup untuk menutupi kekurangan tampilannya. 


Bagi kalian yang menghindari trailer Fallout 4 atau tidak familiar dengan waralaba ini, sekadar informasi, game ini adalah action RPG di mana kalian akan mengendalikan seorang lelaki atau perempuan yang berada di luar waktunya. Karakter utamanya berhasil bertahan dari peperangan nuklir berkat shelter fallout (radioaktif) dan muncul 200 tahun kemudian hanya untuk menemukan dunia pasca kehancuran yang hampir tidak bisa dikenali lagi. 
 
Narasi game ini butuh pengetahuan akan seri-seri Fallout sebelumnya dan inti ceritanya adalah kekuatan terbesar dari Fallout 4. Pada awal- awal permainan, kalian sebagai karakter utamanya keluar dari shelter untuk mencari seseorang dan melakukan perjalanan membalas dendam. Di samping opsi-opsi yang tampaknya tak berujung untuk side quest dan aktivitas-aktivitas lainnya dalam game ini, narasi intinya begitu menarik, yang bakal membuat kalian sulit meninggalkannya terlalu lama. Ada begitu banyak humor khas Fallout yang begitu mendukung jalinan ceritanya, dan juga ada banyak drama serta misteri yang menegangkan. 

Salah satu perubahan besar pada narasi game datang dalam bentuk barisan dialog yang ada. Banyak penggemar berat serial ini yang gelisah dengan karakter utama bersuara, tapi mekanik ini dieksekusi dengan begitu baik. Voice acting dikemas dengan kualitas tertinggi dan dialog-dialognya ditulis begitu baik. Keputusan-keputusan yang dibuat dalam percakapan-percakapan yang ada cukup berat dilakukan, hal yang sama terjadi pada penilaian rekan-rekan atau companion pemain mengenai kemampuan berbicara dan juga membangun loyalitas atau mulai kehilangan respek terhadap karakter utamanya. 


Walaupun game single-player, Fallout 4 benar-benar menempatkan kemampuan sosial para pemainnya, mengujinya dengan penggunaan companion dan faksi-faksi yang bakal berhubungan dengan pemain. Menentukan companion terbaik mana yang mesti dibawa dalam suatu misi lebih dari sekadar kalian memilih sekumpulan mutan super, anjing loyal yang mengikuti alur, atau prajurit militer dengan kemampuan menandai target. Kalian mesti memikirkan bagaimana petualangan yang bakal dilewari sesuai dengan etika dan keyakinan companion atau tidak. Semuanya menjadi semakin rumit ketika kalian diminta untuk berjanji pada faksi yang berbeda-beda di sepanjang gurun dan kerapkali menemukan kalian berada dalam posisi di mana loyalitas-loyalitas ini mulai bertentangan satu sama lain. Faktanya, keputusan-keputusan yang dibuat bakal memunculkan beban dan mengubah arah sudut pandang komunitas dalam melihat karakter utama adalah salah satu kekuatan dari game ini. 


Saat kalian mulai membuat aliansi dan mulai membangun loyalitas di antara orang-orang di sepanjang gurun wasteland, kesempatan untuk menjelajahi sistem crafting besar game ini menjadi mulai tersedia. Sebagai tambahan dalam kustomisasi senjata dan armor, yang masih dalam dan menarik seperti seri sebelumnya, kini pemain bisa membangun keseluruhan komunitas dengan gedung-gedung, power, sistem pertahanan, dan menara-menara radio untuk mengirimkan panggilan atau menarik perhatian warga-warga baru. Membangun komunitas-komunitas ini awalnya memang rumit, tapi serangkaian quest awal bakal mengharuskan pemain mencari-cari material-material dan membangun semua sumber daya penting yang dibutuhkan untuk mempertahankan para penduduk cukup makan, berlindung, aman, dan bahagia. 

Lebih seperti modding senjata, mekanik membangun komunitas merupakan sesuatu yang butuh waktu untuk dipelajari oleh para pemain game ini atau sekilas saka sepanjang semuanya terasa cocok. Fitur ini jelas bakal menarik bagi para pemain kreatif dan bertambah lagi satu alasan untuk tetap memainkan Fallout 4 untuk ratusan jam kemudian. Ada beberapa quest yang tidak bisa dilewati dalam jalinan kisah utama game ini, di mana kalian perlu membangun, tapi kalian tidak perlu mengecek ulang untuk melihat apakah para NPC tetap hidup bila kalian tidak mau melakukannya. 

Setelah fokus awal pada sekilas game ini, rasanya tidak mungkin mengulas Fallout 4 tanpa melihat grafisnya. Model karakter gamenya tidak setajam sebagaimana karakter dalam game Assassin’s Creed Syndicate, Metal Gear Solid 5, atau game-game teranyar yang rilis di pasaran. Akan tetapi, detail monumen-monumen Boston dan juga lingkungan-lingkungan yang ada dalam game ini masih terbilang impresif. Game ini mungkin sedikit terlihat seperti game Xbox 360 atau PS3 bagi para penggemar yang belum terbawa dalam hype Fallout hype, tapi kualitas narasi game dan sejumlah konten yang tersedia di wasteland benar-benar menutupi kekurangan sprite-sprite hyper-realitic. 

Sejauh ini tidak ditemukan crash atau bug yang menghentikan game ini. Satu-satunya keluhan datang dari sudut pandang teknis dimana terkadang NPC akan mengalami glitch melintasi pintu atau dinding yang bisa merusak pandangan kita mengenai bagaimana game ini dibuat sebegitu baik. Beberapa NPC tidak sepintar pemain yang bakal berbicara ke dinding di samping karakter utama, bukannya berbicara dengan karakter utama bila pemain tidak berdiri di tempat yang dimaksudkan gamenya. Karena ukuran game ini, masih ada lebih banyak load screen yang mungkin tidak begitu bermasalah bagi gamer kontemporer yang sudah terbiasa dengan hal itu. Menunggu setelah membuka pintu untuk masuk atau keluar dari sebuah bangunan terkadang cukup lama dan mulai membuat bosan. 


Banyak mekanik dan fitur-fitur game sebelumnya yang kembali muncul di iterasi terbaru ini membantu membuat game ini terasa familiar bagi para penggemar lama Fallout dan meskipun ada beberapa tweak dan upgrade, fitur-fitur ini sangat familiar. The Vault-Tec Assisted Targetting System atau V.A.T.S.) kembali untuk membantu para pemain menembak secara akurat, mengeksekusi critical hits, dan menyimpan beberapa peluru. Perubahan besar pada V.A.T.S. yaitu di mana waktu tidak lagi benar-benar berhenti, melainkan hanya berjalan pelan. Peningkatan besar ini cocok bagi para gamer yang tidak ingin merasa seperti bermain curang dan membawa pada beberapa keputusan yang benar-benar berat tentang bagaimana mengatur pertempuran jarak dekat atau ketika musuh menembaki pemain dengan senjata yang sangat kuat dan cepat. 


Fallout 4 melenyapkan level cap dari serial ini dan membuat perubahan besar mengenai bagaimana leveling cepat terjadi dan bagaimana perk point didapatkan dalam sistem S.P.E.C.I.A.L. Perubahan-perubahan ini sukses dalam menawarkan banyak movitasi dan hal-hal yang bisa dilakukan bahkan setelah menghabiskan ratusan jam memainkan game ini. Game ini menawarkan lebih banyak tantangan bagi para pemain dalam mencapai level tertinggi, dan terasa fantastis bisa memiliki banyak pilihan tersedia dalam kustomisasi skill karakter kalian.


~~DATA GAME~~
JUDUL: Fallout 4
DEVELOPER: Bethesda Game Studios
PUBLISHER:Bethesda Softworks
PLATFORM: Windows, PS4, Xbox One
RILIS: 10 November 2015
GENRE: Action-Role-Playing
MODE: Single-player

CumaGamer Score: 8 dari skala 10.


Fallout 4 membuktikan janjinya untuk tetap membuat para pemainnya sibuk di wasteland selama mungkin yang diinginkan. Begitu banyak variasi dan konten yang tersedia dalam game ini bakal memunculkan pengalaman yang membuat para pemain tidak ingin meninggalkannya paling tidak hingga tahun depan. Grafisnya mungkin ketinggalan zaman ya bila bicara generasi konsol terkini, tapi narasi yang tak terlupakan dan pengalaman open-world sudah lebih daru cukup untuk menutupi hal tersebut. (cg)

Sumber: GameRant

No comments:

Post a Comment

Designed By