Berita Terkini

CumaGamer.com

Terbaru

Berita

Artikel

Unik

Daftar Terbaik

Game Terfavorit

Saturday, November 14, 2015

Review: Call of Duty - Black Ops III

BAGUS, TAPI TIDAK HEBAT.
Hanya dalam waktu singkat waralaba Call of Duty meningkat drastis dari serial favorit yang banyak dipuja menjadi raksasa penjualan, mencapai angka miliaran dolar untuk masing-masing perilisan serinya. Mulai dari Modern Warfare ke seri-seri berikutnya, Call of Duty telah menemukan jalannya untuk mencapai puncak, dengan campaign single player yang fantastis, fitur multiplayer yang kaya, dan beragam aktivitas co-op maupun aktivitas sampingan yang bisa dilakukan. Meski begitu, pada tahun-tahun terakhir ini waralaba ini terlihat mengalami kemerosotan, yang ditandai dengan minimnya inovasi yang dihadirkan. 

Tapi sebelum waralaba Call of Duty mulai mengalami penurunannya, Black Ops 2 menghadirkan pondasi baru untuk melanjutkan kesuksesan serial first-person shooter (FPS) populer ini, dengan Treyarch menggantikan Infinity Ward sebagai developer pertama COD. Jadi dengan Call of Duty: Black Ops 3 kini tersedia, pertanyaan pun muncul apakah Treyarch mampu memberikan ‘tembakan jitu’ dalam barisan ‘senjata’ yang dibutuhkannya. 


Kenyataannya, Black Ops 3 hadir dengan beragam iterasi bila berbicara kontennya. Dari atas ke bawah, Treyarch mengemasnya dengan luapan mode, fitur, dan aktivitas, yang semuanya ditujukan untuk mempertahankan para pemainnya kembali memainkan game ini sepanjang musim liburan yang kompetitif ini. Meski begitu, saat melihat pada masing-masing komponennya yang ada, sulit untuk tidak merasakan bahwa Black Ops 3 kehilangan sesuatu yang penting, suatu sensasi menyenangkan yang menekannya hingga ke puncak. Tentu game ini lebih terasa Call of Duty bagi para penggemarnya. Tapi hal itu sudah tidak cukup lagi. 

Pada sisi campaign, Call of Duty: Black Ops 3 membawakan tren medan perang masa depan sebagaimana judul-judul COD yang ada sebelumnya, dengan menghadirkan kepada pemain kanvas kosong diri masing-masing sebagai prajurit super alias super soldier. Tidak seperti Advanced Warfare yang rilis tahun lalu, para prajurit super dalam Black Ops 3lebih terasa seperti mesin-mesin tempur yang cerdas. Faktanya, mereka lebih terlihat seperti pahlawan super, lengkap dengan kemampuan spesial yang disebut Core Abilities. 


Karena prajurit super yang ada di dunia Black Ops 3 dilengkapi dengan Direct Neural Interface (DNI), mereka bisa melakukan apapun mulai dari meretas perlengkapan lawan untuk menyebarkan nanobot kecil yang bisa membakar kulit manusia. Jumlah keseluruhan ada sekitar 21 core abilitie yang tersedia bagi para pemain, tersebar dalam tiga ‘core’ yang berbeda dan masing-masing menawarkan keuntungan strategis. Lebih penting lagi, core abilities ini menambahkan kerumitan baru pada pertempuran yang berlandaskan berlari dan menembak.

Untuk para pemain solo, kemampuan-kemampuan ini memberikan keuntungan yang besar, tapi dalam permainan kooperatif empat pemain, kemampuan ini menjadi penting. Dengan tiga anggota tim berlari, dan khususnya pada tingkat kesulitan yang lebih tinggi, memiliki akses pada sejumlah ability membantu menciptakan dinamisasi yang jarang terlihat pada game Call of Duty game. Seorang pemain mungkin meretas robot musuh terdekat, sementara yang lainnya mencoba mengirimkan pengalih pertharian, sementara dua partner lainnya memberikan perlindungan. Sedikit konyol saat kalian membayangkannya, tapi kemampuan ini benar-benar menjadikan mode campaign terasan menyenangkan untuk dimainkan kembali, di mana para pemainnya mencoba menemukan jalan-jalan baru untuk menghadapi musuh-musuh yang ada. 


Dari sudut pandang ceritanya, Black Ops 3 murni terasa sebagaimana game Call of Duty lainnya. Dengan kisah berlatar di masa depan, ada upaya untuk mempertahankan kedamaian dengan penggunaan teknologi dan tentu saja, semuanya tidak berjalan sesuai rencana. Salah satu elemen campaign sukses melengkapi desain levenya, dengan setting dan skenario-skenario yang terasa unik untuk game bergenre shooter. Berkat rentang waktu yang ada, Treyarch bisa membuat level-level yang bervariasi dari fasilitas-fasilitas standar berpindah ke pelabuhan yang diliputi badai, dengan tekanan berat pada kombinasi desain futuristik dengan cuaca yang tidak bisa ditebak. Faktanya desain level di Black Ops 3 hadir seakan menceritakan sesuau, bahkan bila masih dalam pergerakan non-stop, sesekali dipenuhi ledakan-ledakan dan kekerasan brutal. 

Ketika pemain tidak membunuh robot-robot musuh dan menjatuhkan grup paramiliter bersama kawan-kawannya, mereka bisa turut berpartisipasi dalam fitur multiplayer Black Ops 3, yang menajutkan tema futuristiknya. Sebagaimana sudah disebutkan CumaGamer.com pada artikel sebelumnya, ‘twist’ dalam fitur multiplyaer di Black Ops 3 berkutat pada Specialists, kelas-kelas karakter yang unik, masing-masing dengan dua kemampuan khusus. Hal ini terasa lebih seperti versi militer dari ‘super’, yang bisa diaktifkan setelah mengisi meter dengan membunuh atau seiring bergulirnya waktu. Beberapa kemampuan ini menawarkan keuntungan-keuntungan taktis, beberapa di antaranya bisa meningkatkan hitungan pembunuhan yang dilakukan pemain, dan beberapa membantu tim mengendalikan pertempuran, tapi tidak semuanya berguna. 


Di luar itu, fitur multiplayer dalam Black Ops 3 bakal terasa familiar bagi para penggemar Call of Duty manapun. Para pemain bisa meningkatkan lompatan dan slide, namun nuansanya tidak mendekati kemampuan pergerakan dalam Advanced Warfare. Alih-laih, opsi pergerakan tambahan di Black Ops 3 menjadi lebih dinamis dalam hal pertempuran senjata, tapi tidak ada satu pun yang di luar kebiasaan. Ini merupakan pengalaman familiar yang dilingkupi cat-cat terang dan dikemas dalam balutan nuansa yang terasa berbeda pada awalnya, tapi kemudian bakal terasa bakal fitur multiplayernya masih menggunakan formula utama yang sama. 

Hal yang sama berlaku di Zombies Mode, yang kembali hadir dalam campaign Shadows of Evil untuk Call of Duty: Black Ops 3. Dengan karakter-karakter baru, setting baru, dan lingkungan yang baru, Shadows of Evil mungkin terlihat berbeda, tapi masih saja Zombies Mode yang sama, yang ditawarkan Treyarch. Ya memang ada narasi pengiring, begitu banyak pernik, dan gerombolan zombi tak berakhir untuk dibunuh, tapi sekali lagi, bila mode ini tidak terasa berbeda untukmu, jelas tidak ada perubahan di sini. 

~~DATA GAME~~
JUDUL: Call of Duty - Black Ops 3
DEVELOPER: Treyarch
PUBLISHER: Activision
PLATFORM: Windows, PS3, PS4, Xbox 360, Xbox One
RILIS: 6 November 2015
GENRE: First-person shooter
MODE: Single-player, multiplayer

CumaGamer Score: 7 dari skala 10.
Hadir dalam kemasan yang komplet, Call of Duty: Black Ops 3 belum menjadi judul yang benar-benar baru dalam waralaba dengan penjualan terbaik ini. Mulai dari mode campaign yang di luar dugaan begitu menarik dan beragam, mode multiplayer dengan twist, rilisan tahun ini menghadirkan segala hal yang dijanjikan, namun tidak mampu melebihi ekspektasi yang ada. Tapi untuk sementara inilah game teranyar dalam kronologi Call of Duty  undtu sementara ini, dan rasanya berat untuk memberikan rekomendasi yang tegas untuk Black Ops 3. Bagi mereka yang merasa harus memainkannya pastinya sudah memainkannya, tapi bagi mereka yang meunggu untuk seri yang lebih baik patut untuk menunggu. Game ini bagus sih, tapi tidak hebat. (cg)

Sumber: GameRant

No comments:

Post a Comment

Designed By