Berita Terkini

CumaGamer.com

Terbaru

Berita

Artikel

Unik

Daftar Terbaik

Game Terfavorit

Monday, November 9, 2015

Retroview: Super Mario Bros.


ARTIKEL KE-100 DI CUMAGAMER.COM!
Rasanya kurang tepat bila CumaGamer.com, yang mengklaim sebagai sumber informasi video game klasik dan terkini tidak memuat retrospective alias ulasan khusus mengenai game-game klasik. Karenanya, mulai edisi ini, tepat pada posting ke-100 ini, CumaGamer.com bakal menghadirkannya dengan label retroview. Rasanya kurang tepat juga bila tidak memulainya dengan game yang menyelamatkan industri video game, sebuah game yang masih saja dibicarakan hingga saat ini, yang pada September lalu merayakan ulang tahun ke-30, Super Mario Bros. 

Tentunya kita sebagai gamer berhutang selamanya pada Nintendo. Raksasa video game ini berperan besar pada beberapa inovasi paling penting dalam media video game dan terus berlanjut menembus batas-batas yang ada baik dengan hardware dan software yang diciptakannya. Ada banyak faktor di balik kesuksesan perusahaan ini, dan salah satu sebab terkuatnya adalah merek Super Mario.



Tukang ledeng ini menjadi begitu populer tahun 1985 ketika game Super Mario Bros. memulai debutnya di Nintendo Entertainment system (NES) atau di Indonesia lebih dikenal dengan nama Nintendo. Dirilis sebagai semi-sequel dari game arcade tahun 1983 Mario Bros, game ini awalnya ditujukan sebagai game terakhir untuk format cartridge setelah dirilisnya Famicom Disk Drive. Tapi game ini malah memperpanjang penggunaan metode penyimpanan cartridge dan mempopulerkan genre platformer.



Super Mario Bros. didesain oleh Shigeru Miyamoto dan Takashi Tezuka, dua pria hebat yang berperan besar di masa depan dengan menghasilkan banyak judul game inovatif dan berkualitas di industri ini. Kalian mungkin sudah paham betul mengenai latar belakang terwujudnya game ini. Meski begitu, satu hal yang mungkin belum kalian tahu bahwa Super Mario Bros. dulunya hampir saja menjadi game dengan konsep dan gameplay yang benar-benar berbeda dari gamenya yang kita kenal saat ini. Miyamoto dan Tezuka awalnya mengerjakan sebuah proyek yang dibangun dalam konsep mekanik game menembak dengan kontrol yang benar-benar berbeda, jauh dari formula menginjak koopa yang menjadi ikon serial ini.


Suatu ketika dalam proses pengembangannya, konsep ini dibatalkan, dengan fokusnya berganti pada mekanik game melompat, dan gameplay shoot-em-up ditujukan sebagai bonus level sebelum akhirnya benar-benar disingkirkan dari rancangan gamenya. Tentunya kita penasaran bagaimana jadinya serial Super Mario bila dirilis seperti konsep awalnya sebagai game shooter alias tembak-menembak.


Ada begitu banyak pencapaian waralaba game ikonik ini yang bisa ditelusuri dari game perdananya ini. Powers-ups meliputi jamur, bunga api, and bintang yang dipopulerkan Super Mario Bros., dan juga gameplay khas platformer semacam menghancurkan balok, menginjak musuh, mengumpulkan koin dan karakter-karakter seperti Bowser and Princess Peach.


Sederhananya, Nintendo sukses menembus pasar dengan hadirnya Super Mario Bros. Para gamer di tahun 1985 belum pernah melihat sebuah game platformer dibuat sebaik ini. Bukan hanya game ini lebih berwarna dan menarik dibandingkan kebanyakan game lainnya yang tersedia di pasaran, tapi kontrolnya juga begitu sempurna, dan gameplay-nya yang menular begitu instan. Siapapun bisa mempelajarinya dengan cepat dan bisa langsung memainkannya. Banyak pihak yakin NES mulai mencapai potensi terbaiknya beberapa tahun kemudian dengan dirilisnya Super Mario Bros. 3, tapi pengaruh game aslinya tidak bisa dikesampingkan.


CumaGamer.com yakin sahabat gamer semuanya pasti sudah mengenal jelas bagaimana gameplay Super Mario Bros. Sehingga tanpa CumaGamer.com menjelaskannya pun, kalian sudah paham betul bagaimana memainkannya. Seperti yang sahabat gamer rasakan sendiri, game ini dipenuhi momen-momen yang begitu mengesankan dan tak terlupakan. Siapa coba yang bakal lupa saat-saat pertama kali menemukan warp zone tersembunyi di balik pintu keluar level bawah tanah? Atau betapa sulitnya menaklukkan world kedelapan? Apalagi ada musik latar buatan Koji Kondo yang berputar di sepanjang permainan, yang tetap saja menyenangkan untuk didengarkan sampai saat ini.


Super Mario Bros. telah terkirim sebanyak 40,24 juta kopi ke seluruh dunia, sebuah angka yang menjadikannya video game terlaris kedua sepanjang masa, di bawah game Wii Sports. Kesuksesannya menginspirasi Nintendo untuk menerbitkan kembali game ini di setiap kesempatan yang ada, dari perbaikan awal dalam wujud Super Mario Bros Special untuk NEC PC-8801 dan mesin-mesin Sharp X1, hingga pada koleksi Super Mario All-Stars di SNES, dan Super Mario Bros. Deluxe untuk for Game Boy Color.


Game ini lantas berkembang menjadi game platformer paling inovatif dan paling penting yang pernah dirilis. Sekuel ketiganya, Super Mario World untuk SNES, menegaskan genrenya di era 16-bit sementara rilisan N64 berjudul Super Mario 64 membantu membentuknya dialam format 3D. Game ini pun begitu berperan dalam game-game spinoff lainnya seperti Super Mario Kart dan Super Smash Bros.


Serial Super Mario tetap bertahan sebagai salah satu ‘senjata’ utama dalam arsenal Nintendo, dan fakta bahwa serial ini kembali dibuat dengan formula dasar 2D untuk rilisan-rilisan terbarunya adalah bukti betapa efektifnya cetak biru yang telah diwariskan versi aslinya. Apakah game-game 2D platformer lainnya bisa lebih baik dari Super Mario Bros.? Tidak banyak! (cg)

Sumber: DigitalSpy

BACA JUGA:

No comments:

Post a Comment

Designed By