Berita Terkini

CumaGamer.com

Terbaru

Berita

Artikel

Unik

Daftar Terbaik

Game Terfavorit

Sunday, November 29, 2015

Di Balik Halo, dari Bungie ke 343 Industries

Sahabat gamer pemilik konsol game rumahan dari Microsoft, Xbox, pasti sudah tidak asing dengan  Halo. Waralaba game bergenre first-person-shooter alias FPS ini bisa dibilang merupakan maskot utama sekaligus ‘senjata’ utama dari keluarga Xbox. Menyambut kehadiran seri kelimanya, CumaGamer.com menghadirkan riwayat pengembangan game yang dibintangi prajurit super yang akrab dipanggil Master Chief ini dalam melawan aliansi alien Covenant.

Bungie, sebelumnya dikenal dengan nama Bungie Software Products Corporation adalah perusahaan pengembangan video game yang didirikan tahun 1991 oleh Alex Seropian. Seropian berpartner dengan programmer Jason Jones untuk memasarkan dan merilis game buatan Jones, Minotaur: The Labyrinths of Crete. 



Master Chief dan Cortana, dua tokoh sentral serial Halo.
Berfokus pada pasar game Macintosh karena pasar ini jauh lebih kecil dan lebih mudah dalam hal persaingan, Bungie menjadi developer game-game Mac terbesar termasuk game bergenre shooter Pathways into Darkness dan Marathon. Apa yang kini menjadi game Halo awalnya adalah sebuah proyek dengan nama sandi kode Monkey Nuts dan Blam!, dan mengambil tempat di sebuah dunia cekung yang disebut Solipsis. Planet ini kemudian menjadi sebuah ringworld atau dunia cincin, dan kreatornya menyarankan nama "Halo", yang kemudian menjadi judul game ini.

Game Halo pertama diumumkan pada 21 Juli 1999 dalam event Macworld Conference & Expo. Awalnya game ini direncanakan sebagai game bergenre real-time strategy (RTS) untuk platform sistem operasi Mac dan Windows, namun kemudian berganti menjadi game bergenre third-person action. Pada 19 Juni 2000, Microsoft mengakuisisi Bungie Studios dan Halo: Combat Evolved menjadi launch title alias game pembuka untuk konsol video game Xbox.

Setelah mendapatkan development kit Xbox, Bungie Studios menulis ulang engine game-nya, mengubah presentasinya secara besar-besaran, dan mengubahnya menjadi sebuah game bergenre first-person shooter. Walaupun Halo pertama awalnya ditujukan memiliki mode multiplayer online, namun mode ini akhirnya tak dimasukkan dikarenakan saat itu Xbox Live masih belum tersedia.

Halo sebenarnya tidak ditujukan sebagai game pembuka untuk Xbox dikarenakan perkara internal dan kritik dari media video game. Tapi wakil presiden Microsoft bagian penerbitan game, Ed Fries tidak memedulikan perkara-perkara ini. Pemasaran Xbox secara garis besar menampilkan Halo, dengan palet warna hijau yang serasi dengan skema desain konsol Xbox.

Kesuksesan game ini memunculkan sekuelnya, Halo 2, yang diumumkan pada 8 Agustus 2002 pada event pers Microsoft New York X02. Sekuelnya ini menampilkan grafis yang diperbarui, senjata-senjata baru, dan mode multiplayer dalam Xbox Live. Sekuel berikutnya, Halo 3 diumumkan pada event Electronic Entertainment Expo 2006. Konsepsi awal untuk game ketiganya ini selesai dikerjakan sebelum Halo 2 dirilis pada 2004. Game ini menggunakan graphic engine buatan sendiri dan menggunakan teknologi grafis terkini kala itu. 

Frank O'Connor melanjutkan serial Halo lewat 343 Industries.
 Bungie kemudian membuat dua game Halo lagi sebelum akhirnya menjadi independen dan lepas dari Microsoft sebagai bagian dari kesepakatan antara keduanya. Dua game tersebut adalah cerita sampingan Halo 3: ODST dan prekuelnya, Halo: Reach, masing-masing rilis di tahun 2009 dan 2010.
Setelah perilisan Halo 3, Bungie mengumumkan perpisahannya dari Microsoft dan menjadi perusahaan perseroan yang independen. Meski Bungie tetap terlibat dalam pembuatan serial Halo dengan mengembangkan game-game seperti ODST dan Reach, hak pembuatan Halo tetap ada pada Microsoft. Untuk menangani segala hal terkait Halo, Microsoft menciptakan sebuah divisi internal, 343 Industries, yang berperan sebagai ‘pengurus’ untuk waralaba ini. Frank O'Connor yang sebelumnya merupakan karyawan Bungie kini menjadi pengarah kreatif 343 Industries.

Saat memperkenalkan formasi 343 Industries, Microsoft juga mengumumkan bahwa Xbox Live bakal menjadi tempat bagi pusat penghubung untuk konten Halo yang disebut Halo Waypoint. Waypoint diakses dari dashboard Xbox 360 dan menawarkan kepada para pemainnya akses pada konten multimedia dalam tambahan melacak ‘karier’ game Halo. O'Connor mendeskripsikan Waypoint ditujukan menjadi tujuan utama bagi Halo.

Game pertama perusahaan ini, Halo 4 dirilis pada 6 November 2012 dan secara umum mendapat sambutan positif dari banyak pihak. Game teranyar mereka yaitu Halo 5: Guardians yang dirilis 27 Oktober lalu juga mendapat sambutan positif, bahkan memecahkan rekor penjualan game Halo terlaris, serta game eksklusif konsol Xbox terlaris sepanjang masa. Game ini bahkan berhasil membantu penjualan konsol Xbox One, melampaui PlayStation 4 di bulan Oktober. (cg)

Sumber: Wikipedia

No comments:

Post a Comment

Designed By