Berita Terkini

CumaGamer.com

Terbaru

Berita

Artikel

Unik

Daftar Terbaik

Game Terfavorit

Wednesday, November 11, 2015

Capcom Sensor Pantat R. Mika dan Cammy

Belum benar-benar hadir di hadapan gamer, dua karakter wanita dalam game Street Fighter V telah mendapat sensor. Developer game ini, Capcom melakukan perubahan signifikan pada bagian tubuh dua karakter wanita yang telah dimunculkan ke publik, R. Mika dan Cammy yang dianggap terlalu seksi dan mengundang kontroversi. Berikut ringkasan beritanya dirangkum CumaGamer.com.

Bagian tubuh dua petarung wanita yang dipermasalahkan tersebut adalah bagian bokong alias pantat. Kritikan yang dilayangkan para penggemar menyebut, Capcom dengan sengaja menampilkan bagian bokong kedua karakter tersebut, yang dinilai bentuk eksploitasi pada wanita. 


 
Pada versi sebelumnya di versi beta Street Fighter V, pegulat wanita R. Mika tampak menepuk-nepuk bokongnya ketika melakukan jurus Critical Art miliknya. Selama jurus pamungkas ini, Mika bersama partnernya Nadeshiko, keduanya menerjang lawan-lawannya dengan pantatnya. Videonya bisa dilihat di sini.
Adegan ini kemudian diganti Capcom, dengan penempatan kamera selama jurus ini telah disesuaikan sedemikian rupa. Sehingga pantat R. Mika tak lagi terlihat saat dia menepuknya. Yang tampak kini kamera bergerak sedikit lebih tinggi dari sebelumnya untuk mengganti fokusnya. Animasinya juga mengganti arah karakter lawan selama serangan dilakukan. Sebelumnya kaki karakter terbuka lebar, mengangkang, namun kini kakinya tampak lurus. Videonya bisa dilihat di sini.

Critical Art R. Mika yang dipermasalahkan.
Capcom juga mengganti arah sorot pada Cammy selama animasi pembukanya. Sebelumnya, saat dia bakal melompat untuk meluncur dan berhenti, kamera menyorot cukup rendah sehingga area selangkangannya terlihat jelas. Pada versi beta terakhir, sudut kamera dinaikkan dan digerakkan darinya, sehingga bagian pantatnya benar-benar tak terekspos kamera. Video sensornya bisa dilihat di sini.
Penggambaran karakter-karakter wanita adalah salah satu aspek dalam Street Fighter V yang menjadi sorotan Entertainment Software Ratings Board (ESRB) ketika memberikan rating Teen atau remaja untuk game ini. Badan sensor video game Amerika Utara ini menyebut, beberapa karakter perempuan ditampilkan pada bagian bawah tubuhnya, dengan kostum ketat yang menampilkan banyak lekukan tubuh atau pantat. Payudara karakter wanitanya juga sesekali berguncang selama pemilihan karakter. Selain itu, kata-kata kasar seperti "ass" dan "bastard" muncul dalam dialognya.

Salah satu adegan pembuka Cammy juga terkena penyesuaian.
Perubahan-perubahan ini memunculkan debat penyensoran pada situs-situs diskusi populer Street Fighter seperti EventHubs dan Subreddit. Beberapa penggemar game ini berpendapat apa yang ditampilkan Capcom sebelumnya bukanlah suatu masalah, sementara sebagian penggemar lainnya mengecam Capcom karena telah mengeksploitasi wanita dalam video game. Sebelum sensor ini, Capcom juga sempat dituduh telah mengeksploitasi bagian dada Chun-Li. Menanggapi hal ini, Capcom menyebutnya sebagai eror dalam game dan berjanji memperbaikinya.
Pada Paris Games Week, produser Street Fighter V Yoshinori Ono menyebut bakal ada enam karakter baru yang bisa diakses melalui konten unduhan alias DLC. Karakter-karakter ini bisa di-unlock melalui gameplay atau microtransaction. Capcom memastikan semua DLC dalam Street Fighter V ini gratis. Tanggal perilisan Street Fighter V sudah dikonfirmasikan pada 15 Februari 2016 untuk PC dan PS4. Dengan karakter teranyar yang diumumkan yaitu Dhalsim. (cg)
Sumber: GameSpot

No comments:

Post a Comment

Designed By