Berita Terkini

CumaGamer.com

Terbaru

Berita

Artikel

Unik

Daftar Terbaik

Game Terfavorit

Saturday, October 24, 2015

Review: Yoshi's Woolly World

IMUT, INDAH, DAN PENUH BENANG!


Yoshi’s Woolly World melakukan hal yang tidak mungkin: menghadirkan karakter paling imut di semesta Mario, si dinosaurus hijau dengan lidah luar biasa yang bisa melakukan banyak hal, dan menjadikan karakter ini jauh lebih menggemaskan. Lihat saja wajahnya!

Akan tetapi, percuma saja bila mengandalkan keimutan, tanpa didukung kejeniusan di belakangnya. Dan walau game ini kelihatannya bahagia, cerah, tipikal game kanak-kanak, Yoshi’s Woolly World adalah sebuah game side-scrolling adventure yang solid, secara konsisten menyenangkan, yang begitu inovatif dan menantang, bahkan sekalipun game ini tidak melenceng terlalu jauh dari formula platformer yang terpoles baik dari Nintendo.



Di Craft Island di Handmade Sea, seluruh masyarakat Yoshi benang (yarn) hidup dengan damai dan berbahagia. Hingga kemudian datanglah si pengayun tongkat sihir, Magikoopa Kamek yang mengubah seluruh penghuni pulau menjadi gelendongan benang. Kamek lantas pergi dengan membawa sekarung Yoshi sebagai tawanan, menjatuhkan mereka di berbagai tempat di sepanjang perjalanannya kembali ke kastil. Kini semuanya bergantung pada Yoshi kalian, atau tepatnya dua Yoshi, bila kalian bermain dalam mode kooperatif, untuk mengejar Kamek dan menyelamatkan rekan-rekan kalian di sepanjang perjalanan.

Yoshi’s Woolly World dikembangkan oleh Good-Feel, perusahaan yang sama di balik game Kirby’s Epic Yarn untuk Wii yang rilis 2010 silam. Seperti game itu, game terbaru Yoshi ini penuh dengan berbagai visualisasi estetika ala kerajinan tangan yang menyenangkan, bahkan dibuat lebih kaya dan beragam dengan kemampuan visual superior yang dimiliki Wii U. Apapun yang ada dalam game ini terlihat seperti dibuat dari carikan-carikan kain, segumpal benang wol, kancing-kancing, dan restleting dan berbagai material garmen lainnya. Ketika Yoshi normalnya menghisap lawan dan mengeluarkan telur yang bisa dilemparkan sebagai senjata, Yohsi benang bakal mengeluarkan bola-bola wol yang bisa dilemparkan pada musuh-musuh atau digunakan untuk melengkapi platform-platform yang hilang.


Dengan enam pulau yang masing-masing terbagi dalam delapan level, ada begitu banyak jumlah variasi lingkungan dan mekanik yang ditawarkan game ini. Kalian akan melompat dari puncak pasir hisap yang terbuat dari pita-pita bergelombang, terowongan yang melintasi bongkahan spon, menggerakkan tumpukan salju kapas dan menunggangi tirai di level kereta tambang. Di sini penjelajahan adalah kuncinya, masing-masing level berisi lima bundel benang tersembunyi yang mesti dikumpulkan untuk membuka skin baru Yoshi, lima bunga tersembunyi yang membuka bonus game pasca level, dan 20 perangko yang bisa digunakan untuk pesan-pesan Miiverse. Gamer tipe completionist bakal mendapatkan kesenangan memburu setiap item tersembunyi, di mana beberapa di antaranya hanya bisa dimunculkan dengan menekan bola-bola benang.

Game ini mempertahankan kreativitasnya yang terus mengalir dengan tantangan-tantangan silih berganti di mana kalian bisa melihat Yoshi berubah menjadi beragam versi super dari dirinya. Beberapa di antaranya yaitu raksasa Yoshizilla yang menjatuhkan bangunan-bangunan Lincoln Log dengan sekali sapuan ekornya, Yoshi sepeda motor yang balapan di dinding, Yoshi duyung uang meluncur melintasi air. Ada begitu banyak kesenangan dan dengan cerdasnya mencampurkan pergerakan permainan, tapi semestinya tidak terlalu tergesa-gesa.


Kelemahan terbesar Yoshi’s Woolly World adalah bagaimana game ini dengan begitu menampilkan ide-ide barunya, atau bergantung terlalu keras pada gameplay platformer klasik yang klise. Contohnya, membungkus Chain Chomp ke dalam benang dan menjadikannya bola berguling yang berguna memang menyenangkan,in yarn to turn it into a useful rolling ball is fun, tapi jelas tidak cukup untuk menyokong keseluruhan level. Dan perubahan game mekanik yang keren dari conyever belt Velcro tidak muncul kembali hingga dunia terakhir, selebihnya, khususnya di awal-awal permainan, semuanya terasa menakjubkan.

Untuk setiap ide baru yang ada di Yoshi’s Woolly World, seperti tirai bergerak yang menyibak rintangan-rintangan dalam siluet atau karpet terbang yang mesti dikontrol dengan hati-hati, ada beberapa lainnya yang dikemas ulang dan digunakan lagi dan lagi. Jadi bukannya berhati-hati melompat antara bola-bola benang yang tergantung dan berlari melewati conveyer belts yang menghilang, di game ini kalian bakal berhati-hati melompat antara awan-awan kapas dan berlari melewati pelangi-pelangi yang menghilang. Ini seperti nenek menjahitkanmu empat pasang kaos kaki terbuat dari benang dengan warna-warna yang berbeda.


Seperti yang sudah kalian duga dari game platformer Nintendo, kontrol dalam game ini begitu baik. Lompatan melayang khas Yoshi, di mana dia bakal menggumam dan menggeliatkan bagian atas tubuhnya untuk mencapai lebih tinggi, membuat pendaratan yang terarah menjadi lebih mudah dilakukan. Kalian bisa menukarkan gem-gem yang kalian kumpulkan untuk mengasah kemampuan Yoshi mulai dari hantaman tanah yang lebih kuat hingga kemampuan sederhana memantulkan diri ke belakang untuk keamanan setelah jatuh ke dalam lubang, di mana kemampuan ini sangat, sangat berguna pada beberapa level lompatan platform yang lebih sukar.

Para gamer muda atau para gamer kasual bisa menyalakan mode “Mellow” yang membuat Yoshi terbang dan melayang, sementara para gamer garis keras alias hardcore bisa menolak semua bantuan dan menjadi familiar dengan checkpoint-checkpoint yang terkadang membuat frustrasi



Sementara Yoshi’s Woolly World keseluruhannya bisa dimainkan sendirian, ada beberapa pilihan dual-dino yang bisa dipilih. Memainkan level-levelnya secara kooperatif bakal meningkatkan kenikmatan permainan, karena Yoshi bukan hanya bisa menelan dan melempar musuh, melainkan juga pemain lainnya satu sama lain. Hal ini bisa memiliki beberapa penggunaan taktik yang hebat, menelan temanmu dan melemparkannya ke tempat jauh yang berisi banyak gems, tapi juga seringnya bisa menghasilkan penelanan ‘tidak sengaja’ yang menciptakan kekacauan yang menyenangkan.

Sayangnya, minimnya puzzle yang berarti dan tantangan di sekitar mode kooperatif menjadikan terasa ada potensi yang kurang dimanfaatkan. Kegilaan permainan berteman maupun kompetitif yang kalian temukan di Super Mario 3D World tidak benar-benar ada di Yoshi’s Woolly World di luar dari bonus game di penghujung level. Kalian hanya bisa memainkannya secara erikat bersama-sama, dan bermain dengan baik, atau tidak usah main sama sekali.

Para gamer tunggal juga bisa memilih menggunakan figur amiibo boneka Yarn Yoshi untuk memunculkan Yoshi kedua ke dalam permainan, yang akan meniru pergerakannya secara berganda. Masalahnya hal ini malah jadi makin membingungkan ketimbang berguna, meskipun ini adalah cara yang bagus untuk mendapatkan bola benang ketika kalian benar-benar membutuhkannya: kalian hanya perlu summon, telan and lontarkan. Sementara menggunakan amiibo non -Yoshi hanya membuka skin yang terinpirasi dari karakter amiibo tersebut. Kumis wol di Mario Yoshi khususnya adalah sentuhan yang bagus.

~~DATA GAME~~
JUDUL: Yoshi's Woolly World
DEVELOPER: Good-Feel
PUBLISHER: Nintendo
PLATFORM: Wii U
RILIS: 16 Oktober 2015
GENRE: Platform
MODE: Single-player, Multiplayer

CumaGamer Score: 9 dari skala 10.

Tidak setiap level di Yoshi’s Woolly World bagus, dan game ini terbilang masih kalah bila dibandingkan dengan Super Mario 3D World, yang hingga kini masih diklaim sebagai game platformer terbaik di Wii U’s best platformer. Tapi game ini bersinar dari segi visualisasinya yang begitu imut dan secara teknis dibuat dengan begitu baik, menarik para gamer muda lewat boneka-boneka Yoshi yang manis dan memberikan tantangan bagi para gamer pakar yang ingin mengasah refleks dan kemampuan berburu item mereka. (cg)
Sumber: Plugged In

No comments:

Post a Comment

Designed By