Berita Terkini

CumaGamer.com

Terbaru

Berita

Artikel

Unik

Daftar Terbaik

Game Terfavorit

Tuesday, October 20, 2015

Final Fantasy VI Mestinya (Juga) Dibuat Ulang

Sahabat gamer yang budiman, pasti sudah tahu kabar remake alias pembuatan ulang game RPG populer buatan Square Enix, Final Fantasy VII. Ya, setelah bertahun-tahun para penggemar terus-menerus ‘menekan’ Square untuk membuat ulang game yang disebut-sebut mempopulerkan JRPG di tanah barat ini, akhirnya kisah Cloud dan kawan-kawannya ini kembali masuk ranah produksi. Tapi sebenarnya, ada satu seri Final Fantasy lain yang rasanya perlu mendapat perlakuan yang sama. Seri yang manakah itu?

Final Fantasy VI. Gamer Indonesia mungkin kurang mengenal seri ini. Tapi di tanah barat pada era kejayaan 16-bit, Final Fantasy VI yang di sana diberi judul Final Fantasy III terlebih dulu menjadi hit bila dibandingkan Final Fantasy VII. Final Fantasy VI diberi judul angka III, karena saat itu, tiga seri game Final Fantasy yaitu Final Fantasy II, Final Fantasy III, dan Final Fantasy V tidak dirilis di luar Jepang. Mungkin karena itulah, Square memberi judul III pada Final Fantasy VI untuk menjaga urutan kronologis serial ini di pasar dunia. Sebelumnya seri Final Fantasy IV juga diganti judulnya menjadi Final Fantasy II dikarenakan alasan tersebut. Beruntung pada masa-masa berikutnya, penamaan judulnya dikembalikan seperti urutan asli serial ini.





Kembali ke Final Fantasy VI. Rilis di masa keemasan Super Nintendo Entertainment System (SNES) di tahun 1994, game ini mendapat sambutan yang begitu baik dari kalangan gamer, khususnya gamer RPG. Jangan heran bila sahabat gamer kerap menemukan judul ini dalam daftar game RPG terbaik. Hampir semua kritikus game memberikan ulasan menyenangkan untuk judul ini. Bahkan, Watchmojo.com bisa ‘begitu berani’ menempatkannya di peringkat teratas dari daftar game Final Fantasy terbaik mereka, mengungguli Final Fantasy VII.
Kenyataannya, game ini memang memiliki kualitas yang tinggi, dibandingkan game-game RPG sejenis. Gameplay-nya menarik, ala Final Fantasy namun dengan penyesuaian elemen-elemen gameplay yang membuatnya semakin menarik. Selain melanjutkan penggunaan active battle system yang diperkenalkan Final Fantasy IV, salah satu elemen baru dibandingkan rilisan sebelumnya adalah adanya elemen Esper, di mana karakter-karakternya bisa memanggil makhluk sihir berkekuatan super yang disebut Esper. Keberadaan Esper ini menjadikan gamenya terasa kaya karena pemain punya banyak pilihan serangan yang bisa digunakan melalui kekuatan esper ini, di luar kekuatan utama karakter itu.
Karakter-karakternya sendiri ada banyak, namun masing-masing memiliki latar belakang cerita yang menarik dan karakteristik yang mendalam. Masing-masing memorable. Mulai dari tokoh sentral game ini, Terra, seorang peranakan esper-manusia yang lupa ingatan dan mencari tahu asal-usulnya; Locke, seorang pemburu harta karun yang berjiwa penolong; Celes, seorang jenderal wanita dari kekaisaran yang membelot dan bergabung dengan pemberontak; Sabin, pangeran yang berkelana untuk mengasah kemampuan bela dirinya; hingga Shadow, ninja pembunuh yang diliputi dendam dan rasa bersalah atas kematian keluarganya. Penceritaan yang begitu baik membuat kita bakal dibawa menyelami kehidupan para karakternya berikut drama dan emosi yang menyertainya.
Karakter-karakter Final Fantasy VI yang begitu berwarna.

Drama dan emosi. Itulah yang menghidupkan game ini. Meski memiliki jumlah karakter yang terbilang banyak, hingga 14 playable character yang mungkin kalian bakal bingung memilih kombinasi terbaik untuk dipilih, balutan drama yang ada tak terasa tempelan, semuanya digarap dengan begitu apik. Makanya, siap-siap saja dibikin terkesan, sedih, tertawa, kesal hingga dibuat terkejut setengah mati (lebay) saat kalian memainkan game ini. Siapa yang tidak bakal terkesan melihat keberanian dua pangeran bersaudara Edgar dan Sabin Figaro dalam meneruskan perjuangan ayah mereka? Siapa yang tidak sedih menyaksikan pembantaian keluarga Cyan yang tewas diracun? Siapa yang tidak senyum-senyum sendiri melihat kisah cinta Celes dengan Locke yang begitu... ahhh. Dan siapa yang tidak dibuat kesal dengan polah Kefka yang begitu kejamnya di sepanjang permainan ini? Saking kejamnya, Kefka kerap disebut-sebut sebagai salah satu tokoh antagonis di video game terbaik yang pernah ada, bersaing ketat dengan Sephiroth dari Final Fantasy VII. 
Semua karakter itu berpadu dengan begitu baik dalam sebuah alur cerita yang begitu tersusun baik, intens, dan bakal membuat kalian terkagum-kagum. Sejak awal permainan saja kalian sudah langsung dibawa pada pertarungan dan mesti memeras otak untuk memenangkannya. Temanya sendiri terbilang baru dan belum pernah digunakan sebelumnya, yaitu perpaduan antara mesin dan sihir. Alkisah zaman dahulu kala bangsa manusia dan Esper hidup berdampingan hingga terjadinya perang besar yang disebut War of Magi, yang membawa perpisahan antara kedua bangsa berlainan jenis ini. Hingga kemudian muncul ancaman baru untuk perdamaian dunia dalam wujud kekaisaran Gestahl. Kisahnya seputar sekelompok pemberontak yang berjuang melawan kekaisaran Gestahl yang jahat. Kaisar jahat Gestahl ini berupaya menggabungkan unsur teknologi dengan sihir, untuk menciptakan prajurit canggih demi ambisinya menguasai dunia. Selain alur cerita utama itu, kalian juga akan menemukan banyak kisah sampingan termasuk plot twist, yang semakin mewarnai Final Fantasy VI. Jadi dijamin, kalian bukan hanya mendapatkan kesenangan dari memainkan game, melainkan juga bakal mendapatkan sebuah cerita yang menarik untuk diikuti. Ceritanya ini menjadi semakin hidup dengan grafis dan sound yang semakin mendukung.
Celes impersonating Mario dalam cuplikan FMV di versi PlayStation.

Dengan elemen-elemen tersebut, sebenarnya sudah cukup layak untuk membawa kembali Final Fantasy VI ke hadapan para gamer. Tentunya dengan tampilan visual yang benar-benar baru. Bahkan menurut CumaGamer.com, dari segi visual Final Fantasy VI lebih layak mendapatkan prioritas perlakuan remake dibandingkan Final Fantasy VII. Saat dirilis pertama kali 21 tahun lalu, Final Fantasy VI dihadirkan dalam grafis 2D dengan perspektif top down view sebagaimana game-game RPG klasik di zamannya. Tentunya, bakal menarik melihat game ini hadir dalam perspektif baru full 3D, HD pula. Bila dibuat ulang dengan grafis 3D, dan memang sudah seharusnya demikian, berbagai lokasi menarik di game ini bisa lebih terlihat keindahannya. Mulai dari kastil di tengah padang pasir, cave of narshe, hingga floating continent. Event-event dalam game ini bahkan bakal terasa begitu hidup bila dikemas ulang dalam format masa kini, seperti penampilan Celes impersonating Maria di opera house, meluncur dengan kereta tambang, hingga kehancuran dunia alias armageddon. Bukan itu saja, karakter-karakter game ini pun bakal terasa lebih hidup bila hadir dengan tampilan 3D, setelah sebelumnya hanya terlihat sederhana dalam bentuk sprite kecil. Coba saja bayangkan bagaimana kekejaman Kefka bisa terlihat begitu hidup, bagaimana perubahan Celes dari sosok tomboy menjadi feminim, hingga bentuk fisik para Esper yang dalam bentuk sprite 2D saja sudah kelihatan keren.
Dengan alasan-alasan itu jelaslah kalau Final Fantasy VI sudah sewaktunya mendapatkan perlakuan remake. Game ini memang beberapa kali mendapat perilisan ulang, yaitu lewat Final Fantasy Anthology untuk PlayStation 1, Final Fantasy VI Advance untuk Game Boy Advance, serta di platform mobile. Namun semuanya sekadar port dari versi SNES, tidak menawarkan fitur dan tampilan yang benar-benar baru. Walaupun Final Fantasy Chronicles menghadirkan beberapa cutscene 3D, keseluruhan permainannya tetap dalam format 2D. Bahkan versi mobile-nya yang rilis di tahun 2014 silam mendapat tanggapan kurang menyenangkan dari para fans.
Rilisan di mobile. Tampak karakter antagonis game ini, Kefka Palazzo.

Seperti remake Final Fantasy VII, topik remake Final Fantasy VI juga tak luput dari perhatian para penggemar. Banyak penggemar fanatik game ini menginginkan Square Enix membuat remake untuk game yang juga disebut sebagai salah satu game terbaik sepanjang masa ini. Petisi online pun mulai banyak ditemukan di internet. Mereka beranggapan, bila Square Enix membuat remake Final Fantasy VII, maka sudah selayaknya Final Fantasy VI juga mendapat perlakuan remake. Potensi remake ini juga disadari oleh internal Square Enix. Tetsuya Nomura, salah satu desainer kunci Final Fantasy bahkan mengekspresikan keinginannya untuk membuat lebih banyak remake seri Final Fantasy, khususnya seri yang tidak dirilis di PlayStation. Dia menyadari ada hal yang janggal atas remake yang telah dilakukan Square Enix. Menurutnya, Square Enix telah membuat remake game Final Fantasy I, II, III, IV, bahkan VII. Namun dia menyadari dua seri dalam kronologi tersebut yaitu Final Fantasy V dan Final Fantasy VI belum mendapat perlakuan enhanced remake alias pembuatan ulang dengan peningkatan kualitas yang sesuai. Keduanya sebatas mendapatkan port yang tak berbeda jauh dari versi aslinya. Karenanya, dia tertarik untuk membuat remake kedua game Final Fantasy tersebut.
Memang dulu sempat ada rencana menghadirkan game ini dalam format 3D ala Final Fantasy VII, namun rencana itu urung terlaksana. Di tahun 2010 produser Square Enix Shinji Hashimoto mengatakan keputusan remake Final Fantasy VI untuk platform Nintendo DS saat itu belum diputuskan karena kendala teknis. Pertimbangan remake-nya pun berlanjut untuk platform 3DS, namun hingga kini juga belum diputuskan. Dan bila Square Enix berbaik hati menghadirkan kembali seri ini dalam dunia video game generasi ke-8 saat ini, bukan tidak mungkin hype-nya bisa melampaui Final Fantasy VII. Semua tergantung pada Square Enix, mengingat perusahaan ini dulunya juga terkesan ‘berat’ meluluskan proyek remake Final Fantasy VII, dan lebih berfokus pada kelanjutan serial ini dengan kisah baru yang lebih fresh, dalam hal ini Final Fantasy XV yang hingga kini belum juga dirilis. Selain itu, Square Enix juga pastinya punya pertimbangan sendiri dalam kebijakan mereka untuk remake, mengingat biaya yang tidak sedikit dalam pengembangan video game. Cuma sekadar opini, tapi pastinya bakal bagus bila generasi sekarang bisa merasakannya dengan teknologi generasi sekarang pula. Apalagi dengan alasan kualitas yang terbilang cukup, permintaan penggemar, hingga keinginan developer itu sendiri, bukan tidak mungkin remake Final Fantasy VI bisa segera terwujud.
Bagaimana menurut sahabat gamer? Apa kalian juga setuju bila Final Fantasy VI perlu mendapatkan remake dengan kualitas masa kini? (cg)

-- CumaGamer.com Original Feature--

No comments:

Post a Comment

Designed By