Berita Terkini

CumaGamer.com

Terbaru

Berita

Artikel

Unik

Daftar Terbaik

Game Terfavorit

Monday, September 28, 2015

Kisah Fruit Ninja Capai Satu Miliar Unduhan

Kue istimewa yang dibuat untuk merayakan lima tahun Fruit Ninja.
Fruit Ninja telah berusia lima tahun. Game bergenre slice-and-dice ini telah diunduh sebanyak lebih dari satu miliar kali. Itu bukanlah angka yang kecil, maka wajar bila pembuatnya yang berasal dari Brisbane, Australia yaitu Halfbrick Studios, merayakannya dengan membuat kue. Simak liputannya yang disajikan CumaGamer.com berikut ini.

“Seseorang di sini berasal dari tim yang membuat Fruit Ninja, dan istrinya membuat kue,” kata CEO Halfbrick, Shainiel Deo. Ucapan pria 40 tahun ini mengingatkan pada kalimat populer dari game puzzle tahun 2007, Portal: was the cake a lie? (apa kuenya bohongan?). “Kalian harus melakukannya,” dia tertawa terbahak-bajak, sebelum akhirnya kembali serius. “Tidak. Ini adalah kue yang menakjubkan,” katanya.


Membuat video game di Australia juga merupakan bisnis serius dan sekadar untuk kesenangan hati. Pengembang game lainnya di Brisbane, THQ Australia tutup pada 2011, dan hal yang sama terjadi pada Blue Tongue yang berbasis di Melbourne. Studio besar terakhir, 2K Australia menutup kantornya di Canberra pada April tahun ini.

Hal ini bisa saja terjadi pada Halfbrick. Didirikan pada 2001, pendapatan perusahaan ini pada tujuh tahun pertama sepenuhnya berasal dari proyek-proyek internasional. Hingga kemudian terjadi krisis keuangan global, dan mendadak Australia tidak memiliki tempat yang terjangkau untuk membuat produk-produk hiburan. Dengan Halfbrick berpotensi menjadi Quarterbrick, dengan 70-an karyawannya di kantor pusat Brisbane saja, bisa saja krisis itu jadi berlipat ganda.

Shainiel Deo
Jadi di tahun 2010 Deo membuat ultimatum pada dirinya sendiri: “Jadilah kaya atau mati saat mencobanya”. Dia mengatakan, perusahaannya mulai menggelar sesi berbagi ide-ide game, yang disebut dengan Halfbrick Fridays. “Rekan-rekan akan saling berbagi ide dan, bila ada yang menyukainya, mereka bisa bergabung untuk membentuk purwarupa. Mereka akan mengerjakan purwarupa itu dalam enam sampai tujuh kali hari Jumat,” jelasnya.

“Saya pikir tujuan dari Halfbrick Friday adalah game untuk iPhone yang bisa dimainkan oleh ibumu. Dan Fruit Ninja adalah buah dari tujuan itu,” sebut Deo. Dia mengatakan, ketika idenya dimunculkan, hanya ada satu orang yang melihat potensinya, memenuhi kriteria minimum untuk dimulainya sebuah proyek. “Syukurlah ada satu yang setuju. Karena kalau tidak ide itu akan mati begitu saja,” tambahnya.

Fruit Ninja berkembang dalam proporsi yang lebih besar lagi dalam kurun waktu relatif singkat. Diluncurkan pada April 2010, di bulan Juli game ini sukses mencapai satu juta unduhan. Tak lama setelah itu, Fruit Ninja tampil di Mythbusters dan anggota-anggota One Direction menyatakan diri sebagai penggemar dari “Fruit Ninja di kehidupan nyata”, alias benar-benar memotong buah di udara. Mendengar itu membuat Deo merasa tersanjung.

Dalam hal pemasaran, kampanye periklanan dilakukan dengan dana yang relatif kecil. “Semuanya dilakukan dengan dana yang sedikit. Bila kalian melihat trailer asli game Fruit Ninja, itu hanya dikerjakan dua orang dari tim pengembangan kami. Kepala pemasaran kami waktu itu yang memegang kamera!” ujar Deo.

Fruit Ninja memiliki gameplay yang menyenangkan.
Deo mengungkapkan, kesuksesan luar biasa dari Fruit Ninja dikarenakan gameplay memotongnya yang begitu sederhana dan pemberian waktu secara tidak sengaja. Mungkin saat ini hal tersebut terlihat familiar saat ini, namun lima tahun yang lalu Fruit Ninja adalah salah satu game pertama yang menampilkan konsep sederhana dan kesenangan intuitif dari perangkat sentuh. Game ini menghasilkan cukup jumlah unduhan untuk menjadikannya masuk ke dalam chart unduhan Australia.

“Apple melihat hal itu dan mengambilnya, lantas menunjukkannya ke negara-negara lain. Kemudian seperti yang kalian lihat, game ini meledak di mana-mana,” tukas Deo. Dia mengatakan, game ini telah membawa Australia dalam peta industri game dunia sebelum orang-orang Australia di luar industri ini menyadari bahwa Fruit Ninja berkembang secara lokal.

Dengan lansekap game yang berubah-ubah, Deo menyebut perusahaannya belum tentu menjadi pemimpin global dalam pembuatan aplikasi. “Aplikasi bukanlah tambang emas, mereka adalah model bisnis yang berubah sepanjang waktu. Saat pertama kali kami terlibat, itu berupa aplikasi berbayar, kemudian berubah menjadi ‘freemium’ dan gratis untuk dimainkan berdasarkan pembelian di internet. Sekarang kami melihat penggunakan aplikasi berbasis iklan,” urainya.

Apakah Australia akan kembali memfokuskan lensa pengembangannya pada konsol dan komputer? Deo memberikan jawabannya. “Saya tidak berpikir kami akan seperti itu, karena tingkat investasi dan SDM yang dibutuhkan saat ini terlalu besar. Saya juga berpikir risikonya terlalu besar,” jelasnya.

Deo menambahkan, aplikasi game mobile masih menyediakan begitu banyak ruang untuk inovasi. Dan selama terintegrasi lebih baik dengan gaya hidup orang-orang, pasar untuk industri ini terbilang besar. “Tidak semua orang memiliki waktu untuk duduk di depan TV mereka selama dua jam untuk memainkan game di konsol kualitas tinggi yang mereka miliki. Tapi setiap orang akan mengeluarkan perangkat mobile mereka dan memainkan gamenya selama dua menit di sini dan di sana, dan di mana-dimana,” tutupnya. (cg)

Sumber: The Guardian

No comments:

Post a Comment

Designed By